KEKHUSUSAN KENABIAN ISLAM
Misi dakwah Rasulullah Saw bersifat menyeluruh.
Misi kenabian Nabi islam memiliki sejumlah ciri khusus, diantaranya terdapat beberapa poin penting yang akan kita bahas.
Makna misi Nabi Islam Saw bersifat universal, yaitu untuk seluruh umat manusia, di segala tempat dan zaman. Ini sebagaimana ditegaskan Al-Quran,
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
(Q.s Saba ayat 28)
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
“Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(Q.s Al-Anbiya ayat 107)
Begitu pula Al-Quran bahwa misi dan seruan beliau Saw diperuntukkan bagi seluruh ‘manusia’ (al-nas)
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمُ الرَّسُوْلُ بِالْحَقِّ مِنْ رَّبِّكُمْ فَاٰمِنُوْا خَيْرًا لَّكُمْۗ وَاِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
“Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Nabi Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu. Maka, berimanlah (kepadanya). Itu lebih baik bagimu. Jika kamu kufur, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”
(QS. An-Nisa ayat 170)
Tentu saja, saat Rasulullah Saw memulai misinya, wajar jika peringatan akan disampaikan terlebih dahulu pada kaumnya sendiri sebelum kepada kalangan yang belum diutus seorang Nabi-pun kepada mereka.
Tetapi perlu dipahami kembali ada disebagian ayat yang menyatakan bahwa Nabi hanya menyeru kepada kaumnya saja seperti
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُۚ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اَتٰىهُمْ مِّنْ نَّذِيْرٍ مِّنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ
“Akan tetapi, mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, “Dia (Nabi Muhammad) telah mengada-adakannya.” Sebaliknya, Al-Qur’an itulah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang sama sekali belum pernah didatangi seorang pemberi peringatan sebelum engkau. (Demikian ini) agar mereka mendapat petunjuk.”
(QS. As-Sajdah ayat 3)
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهٖ لِيُبَيِّنَ لَهُمْۗ فَيُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
“Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka, Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki (karena kecenderungannya untuk sesat), dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(QS. Ibrahim ayat 4)
Dan sebagaimana telah kami katakan, fakta bahwa Nabi Islam Saw yang diutus dengan bahasa kaumnya sendiri tidak bermakna bahwa misinya terbatas untuk mereka saja.
Dan juga ini tidak bermakna bahwa beliau Saw diutus hanya untuk kelompok tertentus saja.
kita seringkali melihat bahwa Al-Quran, walaupun jelas-jelas menjelaskan komunitas tertentu sebagai penerima misi, dengan segera menyusulkannya dengan pernyataan yang mengindikasikan bahwa semua orang yang menerima risalah Allah Swt diajak untuk mengikutinya.
Pada ayat yang lain Al-Quran menjelaskan dari sudut pandang lain.
قُلْ اَيُّ شَيْءٍ اَكْبَرُ شَهَادَةًۗ قُلِ اللّٰهُۗ شَهِيْدٌۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْۗ وَاُوْحِيَ اِلَيَّ هٰذَا الْقُرْاٰنُ لِاُنْذِرَكُمْ بِهٖ وَمَنْۢ بَلَغَۗ اَىِٕنَّكُمْ لَتَشْهَدُوْنَ اَنَّ مَعَ اللّٰهِ اٰلِهَةً اُخْرٰىۗ قُلْ لَّآ اَشْهَدُۚ قُلْ اِنَّمَا هُوَ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ وَّاِنَّنِيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan itu aku mengingatkan kamu dan orang yang sampai (Al-Qur’an kepadanya). Apakah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain selain Allah?” Katakanlah, “Aku tidak bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku lepas tangan dari apa yang kamu persekutukan.”
(QS. Al-An’am ayat 19)
Kesimpulan dari semua ayat-ayat yang dapat kita pahami ialah jelas, seluruh Nabi a.s ditugaskan untuk mengajak, pertama-tama kaumnya sendiri secara keseluruhan untuk mengikuti agama yang diturunkan kepadanya, apakah lingkup misi mereka itu universal ataupun terbatas.













