Aqidah Remaja

Al-Ma’ad (Hari Kiamat)

239
×

Al-Ma’ad (Hari Kiamat)

Sebarkan artikel ini

HARI KIAMAT.

Dari berbagai pendapat para ulama, berdasarkan Al-Quran, terdapat masalah yang dikenal dengan ‘tanda-tanda kiamat’ (asyrath al-sa’ah), yang berkenaan dengan tanda-tanda yang mendahului kiamat. Tanda-tanda ini terbagi dalam dua jenis:

1. Rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum kiamat dan runtuhnya tatanan ciptaan, peristiwa-peristiwa ini terjadi saat manusia masih tinggal di bumi. Lalu ‘tanda-tanda kiamat,’ terutama, menunjukkan jenis fenomena ini.

2. Rangkaian peristiwa yang merupakan penyebab runtuhnya tatanan ciptaan, yang sebagian besarnya
disebutkan dalam dua surah Al-Qur’an

Surat Az-Zalzalah:

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ ١
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat(1)
وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَاۙ ٢
bumi mengeluarkan isi perutnya(2)
وَقَالَ الْاِنْسَانُ مَا لَهَاۚ ٣
dan manusia bertanya, “Apa yang terjadi dengannya (bumi)?”(3)
يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ ٤
Pada hari itu (bumi) menyampaikan berita (tentang apa yang diperbuat manusia di atasnya).(4)
بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَاۗ ٥
karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya.(5)
يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ ٦
Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan mereka.(6)
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ٧
Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.(7)
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ٨
Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.(8)

Surat Al-Infithar.
اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ ١
Apabila langit terbelah.(1)
وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ ٢
apabila bintang-bintang jatuh berserakan.(2)
وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ ٣
apabila lautan diluapkan.(3)
وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ ٤
dan apabila kuburan-kuburan dibongkar.(4)
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ ٥
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(-nya).(5)
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ ٦
Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Mulia.(6)
الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ ٧
yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)-mu seimbang?(7)
فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ ٨
Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu.(8)
كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ ٩
Jangan sekali-kali begitu! Bahkan, kamu mendustakan hari Pembalasan.(9)
وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ ١٠
Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) pengawas(10)
كِرَامًا كٰتِبِيْنَۙ ١١
yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu).(11)
يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ ١٢
Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.(12)
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ ١٣
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.(13)
وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ ١٤
Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam (neraka) Jahim.(14)
يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ ١٥
Mereka memasukinya pada hari Pembalasan.(15)
وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ ١٦
Mereka tidak mungkin keluar dari (neraka) itu.(16)
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ ١٧
Tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?(17)
ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ ١٨
Kemudian, tahukah engkau apakah hari Pembalasan itu?(18)
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔاۗ وَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ ١٩
(Itulah) hari (ketika) seseorang tidak berdaya (menolong) orang lain sedikit pun. Segala urusan pada hari itu adalah milik Allah.(19)

Adapun Tanda-tanda jenis pertama bisa diringkas sebagai berikut;

a. Kebangkitan Nabi terakhir (Q.s Muhammad 18).
b. Hancurnya tembok penghalang, [yang hingga sekarang menahan] Ya’juj dan Ma’juj (Q.s al-Kahfi 97-99).
c. Tertutupnya langit oleh asap tebal (Q.s al-Dukhan 10-16)
d. Turunnya Isa al-Masih (Q.s al-Zukhruf 57-61)
e. Munculnya hewan buas dari perut bumi (Q.s al-Naml 82).
Penjelasan mengenai tanda-tanda ini bisa ditemukan dalam kitab-kitab tafsir dan hadis.

Berkenaan dengan tanda-tanda jenis kedua, Al-Quran berbicara secara terperinci soal transformasi kondisi-kondisi eksistensial alam, seperti rusaknya matahari, bulan, samudera-samudera, gunung-gunung, bumi dan langit; singkatnya, tatanan yang ada akan tergulung laksana kertas digulung, dan tatanan yang baru akan muncul. Semua itu membuktikan kekuasaan Allah yang meliputi segala sesuatu, seperti dalam ayat ini:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ .

Artinya: Pada hari ketika bumi akan berubah menjadi selain dari bumi, dan langit-langit [juga akan berubah], dan mereka akan muncul menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. (QS. Ibrahim 48)

permulaan terjadinya Kiamat Adalah bunyi tiupan sangkakala. Al-Quran melukiskan suatu peristiwa yang dinamakan ‘tiupan sangkakala,’ yang akan terjadi dua kali:

1. Tiupan sangkakala pertama menyebabkan kematian seluruh makhluk hidup di langit dan di bumi (kecuali mereka yang Allah berkehendak lain terhadap mereka);

2. Tiupan kedua akan menghidupkan mereka
yang telah mati dan menghadirkan semuanya di hadapan Allah, seperti pada ayat:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ .

Artinya: Dan sangkakala ditiup, maka matilah semua makhluk yang ada di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup kali kedua, maka mereka bangkit dalam keadaan menunggu. (QS. al-Zumar 68)

خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنتَشِ.

Artinya: Berkenaan dengan berkumpul dan bangkitnya umat manusia di Hari Kiamat, al-Quran secara spesifik menyatakan, … mereka keluar dari kubur-kubur mereka seolah-olah mereka belalang-belalang yang beterbangan. (QS. al-Qamar 7)

Sesungguhnya bahwa realitas Hari Kiamat meliputi semua itu. Roh, setelah terpisah dari tubuh dengan kehendak Allah sekali lagi kembali ke tubuh tempat dia hidup sebelumnya. Ini dimaksudkan untuk merasakan di alam wujud lain, ganjaran atau hukuman yang diperoleh dari hasil perbuatannya di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *