Aqidah Remaja

Perbedaan Mukjizat dan Sihir

95
×

Perbedaan Mukjizat dan Sihir

Sebarkan artikel ini

PERBEDAAN MUKJIZAT DAN SIHIR.

Perbedaan antara mukjizat dengan perbuatan luar biasa lainnya akan dijelaskan secara singkat di bawah ini. 

1. Tidak dapat diajarkan. Orang yang mempraktikkan mukjizat, melakukannya tanpa latihan atau pengajaran terlebih dahulu. Sedangkan perbuatan luar biasa lainnya merupakan hasil dari seluruh rangkaian praktik dan tehnik serta trik. 

 

Sebagai contoh, Nabi Musa a.s, saat sudah menjadi manusia yang sudah benar-benar dewasa, bertolak menuju Mesir di tengah jalan, beliau menerima seruan kenabiannya ketika ada suara yang berseru kepadanya.


فَلَمَّآ اَتٰىهَا نُوْدِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الْاَيْمَنِ فِى الْبُقْعَةِ الْمُبٰرَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ اَنْ يّٰمُوْسٰٓى اِنِّيْٓ اَنَا اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَۙ


وَاَنْ اَلْقِ عَصَاكَۗ فَلَمَّا رَاٰهَا تَهْتَزُّ كَاَنَّهَا جَاۤنٌّ وَّلّٰى مُدْبِرًا وَّلَمْ يُعَقِّبْۗ يٰمُوْسٰٓى اَقْبِلْ وَلَا تَخَفْۗ اِنَّكَ مِنَ الْاٰمِنِيْنَ

Maka, ketika dia (Musa) mendatangi (api) itu, dia dipanggil dari pinggir lembah di sebelah kanan (Musa) dari (arah) pohon di sebidang tanah yang diberkahi. “Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

Dan lemparkanlah tongkatmu supaya kamu dapat melihat sekelumit hikmah dan kekuasaan-Ku.” Maka ia pun segera melemparkannya dan kemudian Allah mengubah tongkat tersebut menjadi seekor ular. Ketika Musa melihat tongkatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular kecil yang gesit padahal dia seekor ular besar, dia terkejut, takut dan lari berbalik arah ke belakang tanpa menoleh. Lalu ia mendengar Allah berfirman, “Wahai Musa! Kemarilah dan jangan takut melihat ular itu. Singkirkanlah rasa takut yang sedang menguasai jiwamu dan tenanglah karena sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman dari segala sesuatu yang membahayakan. Setiap rasul yang merupakan utusan Allah tidak akan merasa takut selama dia berada di sisi-Nya. Bahkan, siapa pun yang mendekatkan diri kepada Allah ia pasti akan merasa aman dan tenteram.

(QS. al-Qashash [28]:30-31).

Setelah Musa a.s melakukannya, tongkat itu tiba-tiba berbentuk seekor ular besar, dan Musa a.s kontan merasa takut. Suara itu kemudian memerintahkannya menarik tangannya dari dadanya.

Darinya memancar kilauan cahaya  sedemikian hebat kilauan cahayanya sampai-sampai menyilaukan mata siapapun yang menatapnya. Namun Al-Quran juga menyebutkan para penyihir era Sulaiman [dua malaikat di Babil, Harut dan Marut] yang mengajarkan manusia ilmu sihir, 

وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْۗ

“Dan dari dua [malaikat] ini manusia belajar apa yang dapat menyebabkan perpisahan di antara suami dan istrinya.”

(QS. al-Baqarah [2]:102)

2. Tidak dapat ditangkal. Karena suatu mukjizat berasal dari kekuasaan Allah Swt yang tak terbatas, maka itu tidak dapat ditangkal. Sedangkan sihir dan tenung, serta praktik-praktik tehnik semacamnya, saat dihubungkan dengan para pertapa, karena hal-hal demikian berasal dari kekuasaan manusia yang terbatas, maka dapat ditangkal.

3. Tidak terbatas. Mukjizat para Nabi a.s tidak terbatas hanya pada satu atau dua jenis semata, melainkan sangat beragam karakternya, sehingga jenis-jenis mukjizat itu tidak dapat secara sederhana dikelompokkan di bawah satu judul.

Sebagai contoh, betapa berbedanya melempar tongkat yang berubah menjadi seekor ular besar dengan memunculkan tangan yang berkilau cahaya dari dada seseorang. kemudian, betapa berbedanya dua mukjizat ini dari menyemburnya sumber-sumber mata air sebagai akibat memukul batu dengan tongkat. dan lagi, betapa berbedanya ketiga mukjizat ini dengan terbelahnya laut saat dipukul dengan tongkat! Berkenaan dengan Nabi Isa a.s, kita membaca bahwa beliau membentuk burung-burung dari tanah liat, lalu meniup burung-burung itu menjadi hidup, berkat rahmat Allah Swt. Di samping tindakan mukjizat ini, Dia memberitahukan apa-apa yang tersembunyi dalam rumah manusia. beliau juga menyembuhkan orang buta dan kusta dengan mengusapkan tangan di atas wajah mereka. Bahkan dia menghidupkan orang yang sudah mati.

4. Penjiwaan (spiritual) Umumnya, orang-orang yang memperlihatkan mukjizat atau karamah harus dibedakan dari para pelaku tindakan luar biasa lainnya, seperti para penyihir, sekaitan dengan tujuannya serta kebatinan secara umum. Kelompok pertama hanya bertujuan teramat mulia tampaknya, sedangkan kelompok kedua bertujuan duniawi. Tentu saja berkenaan dengan perangai spiritual, kedua kelompok ini berbeda secara sangat jelas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *