Dua belas para Imam Maksum
Sesungguhnya pengetahuan dapat dicapai atas dua cara: Pertama. Pejunjukan dari seorang nabi berdasarkan dari perintah Allah terhadap ke-imamah-an seseorang. Kedua. imam yang sedang menduduki posisi imamahnya mengindikasikan identitas imam yang akan menggantikannya.
Keimamahan Dua Belas Imam Syi’ah telah terbangun melalui dua motode di atas. Menurut hadis-hadis yang diriwatkan bahwa Nabi saw menjelaskan keimamahan dua belas pemimpin ini, juga setiap imam mengenalkan siapa yang akan menjadi penggantinya.
Singkatnya pada pembahasan ini, kita hanya mengutip satu hadist, Nabi Saw tidak hanya menjelaskan kedudukan Ali, melainkan bahkan menyatakan bahwa
akan ada dua belas pemimpin yang melalui mereka martabat keimanan akan tegak.
قال النبي ص: لا يزال الدّين منيعاً الي اثنى عشر خليفة
Nabi saw berkata: “Agama (din) akan selalu terlindungi dari ancaman melalui [berkat kehadiran] dua belas khalifah.” (shohih bukhori 9/81 bab. Istikhlaf)
Perlu dipahami bahwa hadis ini, yang mengindikasikan eksistensi dua belas khalifah, ditemukan dalam sebagian besar kitab hadits Sunni yang diakui keshahihannya, sudah jelas dikalangan kaum muslimin bahwa khalifah dua belas ini yang bergantung kepada mereka kemulian islam dan nilai martabat islam, dan tidaklah terpenuhi sifat-sifat kemulian mereka menurut hadist nabi, kecuali terdapat pada para dua belas imam maksum syi’ah. Dan tidak sama sekali sifat-sifat kemulian itu terdapat pada para khalifah bani Umayah dan bani Abasiyah sepanjang sejarah islam. Adapun Dua Belas Imam Syi’ah adalah sebagai berikut :
- Imam Ali bin Abi Thalib, Amirul Mukminin, ‘Pemimpin Kaum Beriman (dilahirkan dua tahun sebelum awal misi kenabian; wafat pada 40 H/660 M); dimakamkan di Najaf.
- Imam Hasan bin Ali, al-Mujtaba [Yang Terpilih], (3-50 H/624- 670 M); dimakamkan di komplek pemamakan Baqi, Madinah.
- Imam Husain bin Ali, Sayyidusy Syuhada [Pemimpin Para Syuhada], (4-61 H/625-679 M); dimakamkan di Karbala.
- Imam Ali bin Husain, Zainal Abidin [Tiara Para Pesuluk], (38- 94 H/658-711 M); dimakamkan di komplek pemamakan Baqi.
- Imam Muhammad bin Ali, Baqirul ‘Ilm [Sang Pendedah Ilmu], (57-114 H/675-732 M); dimakamkan di komplek pemakaman Baqi.
- Imam Ja’far bin Muhammad, al-Shadiq [Yang Berkata Jujur], (73-148 H/692-765 M); dimakamkan di komplek pemakaman Baqi.
- Imam Musa bin Ja’far, al-Kazhim [Yang Menahan Amarah], (128-183 H/744-799); dimakamkan di Kazhimain, Bagdad.
- Imam Ali bin Musa, al-Ridha [Yang Rida], (148-203 H/765-817 M); dimakamkan di Masyhad.
- Imam Muhammad bin Ali, al-Jawad [Sang Dermawan], (195- 220 H/809-835 M); dimakamkan di Kazhimain, Bagdad.
- Imam Ali bin Muhammad, al-Hadi [Pemberi Petunjuk], (212-254 H/827-868 M); dimakamkan di Samarra.
- Imam Hasan bin Ali, al-Askari [Patriot Sejati], (232-260 H/845-872 M); dimakamkan di Samara.
- Imam Muhammad bin Hasan, al-Hujjah/al-Mahdi (255 H/869 M).
Inilah Imam Syi’ah yang kedua belas yang dianggap masih hidup sampai sekarang, tapi berada dalam kondisi kegaiban (ghaibah), hingga saatnya Allah memerintahkan dirinya muncul dan menurut janji-janji yang jelas tercantum dalam al-Quran (dalam ayat-ayat berikut: surah al-Nur [24]:54; alTaubah [9]:33; al-Fath [48]:28; al-Shaff [61]:9) dan sebagian besar hadis sahih akan membangun otoritas Islam di seluruh penjuru dunia besar hadis sahih akan membangun pemerintahan Islam di seluruh penjuru dunia.













