Aqidah Remaja

Al-Ma’ad (Hari Hisab dan Pembalasan)

43
×

Al-Ma’ad (Hari Hisab dan Pembalasan)

Sebarkan artikel ini

Hari Hisab dan Pembalasan.

Setelah hidupnya kembali orang-orang mati dan masuknya mereka ke kawasan Hari Kiamat—namun sebelum mereka menjalani proses masuk surga atau neraka, berbagai peristiwa akan mereka lalui. Peristiwa-peristiwa itu dilukiskan Al-Quran dan hadis :

1. Hisab (perhitungan perbuatan dan amalan) masing-masing orang akan disampaikan dalam cara tertentu. Salah satunya adalah laporan setiap catatan perbuatan.

2. Terlepas dari rekaman seluruh perbuatan, kecil atau besar, yang tercatat dalam catatan masing-masing pribadi, terdapat pula di Hari Kiamat, saksi-saksi dari dalam dan luar manusia, yang akan memberi kesaksian segenap perbuatannya di bumi. Saksi-saksi para malaikat Allah dan Nabi masing-masing umat, orang-orang terkemuka, bahkan Saksi-saksi internal terdiri dari anggota tubuh manusia dan bentuk-bentuk perwujudan amal perbuatannya sendiri.

3. Untuk memperhitungkan segenap perbuatan umat manusia, selain yang telah disebutkan, ditegakkan pula neraca keadilan, dan masing-masing orang akan menerima hak semestinya, Dan Kami akan menegakkan neraca keadilan pada Hari Kiamat.
sehingga tidak ada jiwa yang dizalimi sedikitpun. Walaupun hanya seberat biji sawi, Kami akan mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

4. Diriwayatkan dalam hadis-hadis tertentu adanya sebentang jalan yang harus dilewati semua orang di Hari Kiamat. Dalam hadis-hadis ini, jalan tersebut dinamakan shirath. Para pakar tafsir mengidentifikasinya dengan apa yang dijelaskan dalam surah Maryam:

وَإِن مِّنكُمۡ إِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتۡمࣰا مَّقۡضِیࣰّا # ثُمَّ نُنَجِّی ٱلَّذِینَ ٱتَّقَوا۟ وَّنَذَرُ ٱلظَّـٰلِمِینَ فِیهَا جِثِیࣰّا

Artinya: “Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan(71) Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zhalim di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut(72).”

5. Di antara para penghuni surga dan neraka, terdapat penghalang yang disebut Al-Quran sebagai hijab. Di Hari Kiamat, pribadi-pribadi terkemuka akan diangkat ke suatu tempat tinggi yang darinya mereka dapat melihat para penghuni surga dan neraka melalui tanda masing-masing. Seperti pada ayat berikut:

وَبَیۡنَهُمَا حِجَابࣱۚ وَعَلَى ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالࣱ یَعۡرِفُونَ كُلَّۢا بِسِیمَىٰهُمۡۚ وَنَادَوۡا۟ أَصۡحَـٰبَ ٱلۡجَنَّةِ أَن سَلَـٰمٌ عَلَیۡكُمۡۚ لَمۡ یَدۡخُلُوهَا وَهُمۡ یَطۡمَعُونَ

” Di antara keduanya [para penghuni surga dan neraka] ada hijab, dan di atas A’raf [tempat tertinggi] ada orang-orang yang mengenal masing-masing orang [penghuni surga dan neraka] melalui tanda-tanda mereka.” (QS. al-A’raf 46)

Jiwa-jiwa terkemuka ini, menurut sejumlah hadis, adalah para nabi a.s dan para pengganti (washi).

6. Ketika penghitungan amal perbuatan manusia sudah selesai dan nasibnya telah diketahui, Allah Swt menyerahkan pada Nabi Saw suatu panji yang dinamakan liwa’ al-hamd (panjipanji pujian). Lalu beliau menuntun orang-orang yang telah ditentukan menuju surga dan memasukinya.

7. Dalam sejumlah hadis, disebutkan soal Telaga Kautsar yang terdapat di suatu wilayah saat terjadinya kiamat. Nabi saw mendatangi telaga ini sebelum siapapun. Kemudian, kalangan di antara umatnya yang telah terselamatkan, meminum air di
telaga tersebut, melalui perantara dan atas izin Nabi Saw dan Ahlulbaitnya a.s.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *