Aqidah Remaja

Al-Ma’ad (Alam Kematian)

53
×

Al-Ma’ad (Alam Kematian)

Sebarkan artikel ini

ALAM KEMATIAN.

Kematian bukanlah akhir kehidupan, melainkan perpindahan dari satu ranah ke ranah lain yang permanen dan abadi, serta terjadinya kebangkitan. Di antara kehidupan dunia ini dan kebangkitan, terbentang alam perantara, yaitu alam barzakh yang dihuni manusia selama masa tertentu pasca kematian. Sifat sesungguhnya kehidupan di barzakh tidak jelas bagi kita, dan satu-satunya bukti yang kita miliki tentangnya adalah apa yang disampaikan Al-Quran dan hadis. Beberapa ayat dan hadist kita perlu memerhatikan petunjuk-petunjuk yang diberikan Al-Quran.

Petunjuk salah satu ayat.

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Artinya: Ketika kematian mendatangi seorang musyrik, dia akan berkata “Tuhanku! Kembalikanlah aku [ke kehidupan dunia] agar
aku dapat beramal saleh yang telah aku tinggalkan!
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah dalih yang diucapkan; dan di balik mereka ada barzakh hingga hari mereka dibangkitkan.”

(QS. al-Mukminun. 99-100)

Ayat tersebut mengindikasikan adanya alam barzakh setelah kematian hingga hari pembangkitan.

Tahap pertama kehidupan roh di barzakh berawal dengan penarikan kembali roh dari tubuh. Saat manusia dikuburkan, menurut beberapa hadis, para malaikat bertanya kepadanya tentang Tauhid, Kenabian dan serangkaian prinsip lain berkenaan dengan keimanan dan agama. Jelasnya, jawaban-jawaban yang diberikan seorang mukmin akan berbeda dari yang diberikan seorang kafir. Konsekuensinya, kubur dan barzakh akan menjadi sarana terwujudnya rahmat Tuhan bagi si mukmin, dan murka Tuhan bagi si kafir. Adapun pertanyaan oleh para malaikat dan pemberian rahmat dan murka masing-masing kepada orang-orang mukmin dan kafir di liang lahat, berhubungan dengan kepercayaan-kepercayaan dasar agama kita. Alam kubur merupakan awal kehidupan barzakh, yang akan berlangsung hingga Hari Kiamat.

Para ulama kita menjelaskan mengenai pertanyaan-pertanyaan dialam Kubur dalam kitab-kitab pembahasan Aqidah mereka seperti, Syekh Mufid, dalam Tashih al-I’tiqad, menulis, “Hadis-hadis yang kuat dari Nabi Saw memberitahukan kita bahwa para penghuni kubur akan ditanya mengenai agama mereka dan beberapa hadis mengindikasikan bahwa dua malaikat ditugaskan untuk melakukan interogasi, dan mereka dinamakan Munkar dan Nakir.” Selanjutnya,
beliau berkata, “pertanyaan di dalam kubur menunjukkan bahwa para penghuni kubur itu hidup. Mereka berada dalam keadaan terjaga dan sadar dan hingga Hari Kiamat. Demikian juga Syekh Shaduq, dalam Tajrid alI’tiqadat, mengatakan, “Kepercayaan kita berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan di alam kubur adalah benar, dan siapapun yang memberikan jawaban-jawaban yang benar untuk pertanyaan-pertanyaan ini akan dianugerahi rahmat Tuhan, dan siapapun yang
memberikan jawaban-jawaban keliru akan mendapatkan hukuman Tuhan. Dan apabilak kita merujuk pada pendapat-pendapat keyakinan para ulama madzhab-madzhab lainnya dalam Islam, akan kita dapati terungkap adanya kesepakatan mengenai masalah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *