Aqidah Remaja

Tugas Seorang Imam Sebagai Penerus Rasulullah SAW

29
×

Tugas Seorang Imam Sebagai Penerus Rasulullah SAW

Sebarkan artikel ini

TUGAS SEORANG IMAM  SEBAGAI PENERUS RASULULLAH SAW

Kepemimpinan seorang Imam atau penerus Nabi Saw yang sah menyandang tanggung jawab dan mengemban tugas seperti Nabi Saw sepenuhnya terkecuali penerimaan wahyu dan pembentukan hukum syariat, dan tanggung jawab utama seorang Imam adalah mengayomi kaum muslimin seutuhnya, disini kita akan memaparkan beberapa tugas-tugas yang diemban oleh seorang imam selaku penerus kenabian. 

 

1. Menjelaskan makna Al-Quran dan mengurai kerumitan merupakan salah satu tanggung jawab Nabi Saw. Sebagaimana dinyatakan al-Quran


بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِۗ وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ اِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

(Kami mengutus mereka) dengan (membawa) bukti-bukti yang jelas (mukjizat) dan kitab-kitab. Kami turunkan aż-Żikr (Al-Qur’an) kepadamu agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.

(Q.s An-Nahl ayat 44 )

 

2. Menjelaskan hukum-hukum syariat merupakan tanggung jawab Nabi Saw lainnya, yang dilaksanakan sebagiannya melalui referensi ayat-ayat al-Quran, dan sebagiannya melalui perbuatannya sendiri, yang disebut sunnah. Penjelasan
demikian diberikan secara bertahap, selaras penyingkapan pelbagai peristiwa sehari-hari, sifat tanggung jawab ini sedemikian hingga perlu dilanjutkan, karena jumlah hadis Nabi Saw mengenai aturan-aturan hukum tidak lebih dari 500 hadis(dikutip pada kitab al-wahyu al-muhamadi hal,212 cetakan ke-6), dan jumlah hadis hukum ini tidak memadai untuk perkembangan dan kebutuhan umat di era yang terus berjalan maka perlunya sebuah system lengkap yang komprehensif pada bidang keputusan bersifat yurisprudensi. 

3. Menghindarkan perpecahan. Karena Nabi Saw merupakan poros kebenaran Allah, dan beliau memperjelas segala persoalan, sedemikian hingga jenis penyimpangan apapun dalam keimanan umat menjadi tercegah, dan tak ada jenis pemihakan terhadap satu pandangan  apapun yang berkembang semasa hidup beliau.

4. Menjawab segala pertanyaan agama dan teologi

5. Mendidik para pengikutnya melalui sabda-sabda( hadist) dan perbuatan-perbuatannya( taqrir ). 

6. Menegakkan keadilan, persamaan dan keamanan di tengah masyarakat Islam yang mulai lahir.

7. Melindungi tapal batas dan teritorial wilayah Islam dari ancaman musuh Islam

 

Apabila  kedua tanggung jawab terakhir ini dapat dilaksanakan seorang pemimpin yang dipilih masyarakat, maka, jelas bahwa tanggung jawab-tanggung jawab sebelumnya membutuhkan sosok pemimpin yang punya pengetahuan dan kemampuan luar biasa, sosok pemimpin yang, dalam model kesadaran dan aktivitasnya, mengikuti jejak Nabi Saw, sosok pemimpinyang harus ditunjuk melalui rahmat khusus Allah. Yaitu sosok seorang harus memuat dalam dirinya pengetahuan mendalam tentang risalah Nabi Saw, dan harus bebas dari segala jenis kesalahan dan dosa demi memikul rangkaian kewajiban tersebut, dan dengan demikian mengisi tempat yang ditinggalkan Nabi Saw. Namun, harus ditekankan bahwa sosok semacam itu, walaupun memiliki ilmu-ilmu tertentu Nabi Saw, melainkan sosok Imam bukanlah Nabi dan pendiri hukum Tuhan. Kedudukan imam tidak pernah sama dengan kedudukan Nabi. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *