Shalat
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Shalat adalah tonggak agama, apabila diterima amalan shalat maka diterimalah amalan selainnya, dan apabila ditolak maka ditolak-lah amal selainnya disisi allah SWT”
Adapaun shalat lima fardhu adalah ibadah terpenting dan termulia disisi Allah SWT, wajib dijalankan bagi setiap muslim tanpa terkecuali. Sangat dianjurkan untuk melaksanan diawal waktu dan di-dirikan dengan khusyuk. Dan shalat merupakan penentu bagi manusia akan diterimanya amal disisi Allah SWT, maka hendaknya bagi seorang muslim untuk memperhatikan ke-khusyu’-an dan syarat-syaratnya, tanpa meremehkannya.
Begitu pun telah ditegaskan dalam hadist lain Nabi SAW bersabda: “Bukan dari golonganku mereka yang meremehkan shalat-nya, demi Allah, sungguh mereka yang lalai tidak akan menemui-ku ditelaga haudth kelak”
Jenis-jenis Shalat
Shalat terbagi menjadi dua macam; shalat wajib dan shalat mustahab.
Shalat wajib sendiri terdiri dari 7 macam:
- Salat fardhu harian.
- Salat Tawaf Ka’bah yang dilakukan setelah melakukan Tawaf Kakbah.
- Salat Ayat yang dilakukan ketika terjadi peristiwa alam seperti: gerhana matahari, gerhana bulan, gempa bumi dan sejenisnya.
- Salat jenazah.
- Salat qadha kedua orang-tua (ayah dan ibu) bagi anak laki-laki tertua.
- Salat yang menjadi wajib karena nazar, janji, atau karena istijarah (disewa).
- Shalat Jumat (dizaman hadirnya imam Mahdi Afs)
Adapun shalat mustahab, diantaranya; salat nafilah setelah dan sebelum shalat fardhu, shalat tahiyatul masjid, dan banyak shalat musthahab lainnya. Bisa kita rujuk dan temui pada kitab rasail amaliyah para ulama: Minhaj Shalihin, Mafatih Aljinan, Miftaha Al-falah Syeikh Muhaqqiq Albaha’I, dan lain-lain.













