Fiqih

Puasa

9
×

Puasa

Sebarkan artikel ini

PUASA 

 

Puasa adalah ibadah wajib bagi setiap muslim yang sangat penting disisi Allah SWT. 

Adapun waktu ibadah berpuasa wajib satu bulan penuh dibulan Ramadhan, dimulai dari terbitnya fajar hingga tiba waktu magrib, maka diantara dua waktu itu seorang muslim wajib menahan diri dari makan dan minum serta dari hal-hal lain yang membatalkan puasa. 

 

Melihat Hilal 

Hukum wajib puasa Ramadhan dimulai dari tanggal satu sampai akhir bulan Ramadhan, adapun untuk mengetahui awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat hilal (bulan sabit petanda bulan baru). Sedangkan syarat untuk menentukan apakah sudah terlihat hilal petanda bulan baru, adalah dengan cara seorang muslim secara langsung melihat hilal atau bersandar pada kesaksian dua saudara muslim adil yang melihat hilal, pada sore hari menjelang matahari terbenam di hari terakhir bulan sebelum Ramadhan. Apabila sudah terllihat hilal saat itu, maka wajib bagi seoarang muslim untuk berpuasa Ramadhan di esok harinya. 

Adapun ketika seorang muslim dan dua orang adil tidak melihat hilal di akhir bulan syaban, serta tidak bisa bersaksi apakah hilal itu ada atau tidak, maka disini hukum menurut para ulama dihari esoknya disebut dengan hari ragu, dimana seorang mukalaf jika ingin berpuasa maka hendaknya tidak dengan niat puasa Ramadhan, melainkan dengan niat puasa hari ragu. Dan mengenai pembasaha hilal ini, lebih jelasnya bisa dirujuk pada kitab Rasail Amaliyah para ulama seperti: Minhaj Shalihin degan tema Istihlal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fiqih

KHUMUS    Menurut istilah fikih khumus berarti mengeluarkan…

Fiqih

ZAKAT    Zakat merupakan satu kewajiban dalam Islam…