Aqidah Remaja

Mukjizat Nabi

13
×

Mukjizat Nabi

Sebarkan artikel ini

MUKJIZAT NABI.

Sesungguhnya mukjizat dan klaim kenabian adalah dua perkata yang senantiasa bersamaan, karenanya seorang yang mengklaim kenabian yang benar hendaknya menunjukan suatu mukjizat yang nyata, guna meyakinkan umat manusia  dengan perbuatan luar biasa yang tak mampu manusia biasa mendatangkannya. Begitu pula mendatangkan mukjizat guna menepis seorang yang mendustakan kenabian. Maka dengan demikian umat manusia akan percaya dan mengimani kenabian seseorang dari sisi Allah Swt serta manusia mengamalkan seruan dakwah kenabian tersebut. 

Mukjizat dan karamah.

Adapun mukjizat ialah suatu perbuatan yang luar biasa diluar kemampuan manusia pada umumnya, mukjizat dilakukan para nabi dan selaras dengan dakwah kenabian. 

Selain para nabi begitu pula ada Sebagian hamba-hamba shaleh, Allah Swt menganugrahi kemampuan kepada mereka melakukan perbuatan luar biasa serupa, hal demikian bagi seorang hamba shaleh disebut karamah. Seperti kita dapati apa yang pernah dilakukan seorang hamba shaleh yaitu washi Nabi Sulaiman a.s “asif bin barkhiyah”. Dia mendatangkan singgasana ratu balqis dari yaman menuju tanah palestina hanya dengan kurun waktu kedipan mata. Al-Quran mengabarkan demikian. 


قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَۗ فَلَمَّا رَاٰهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْۗ لِيَبْلُوَنِيْٓ ءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُۗ وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ  

Seorang yang mempunyai ilmu dari kitab suci berkata, “Aku akan mendatangimu dengan membawa (singgasana) itu sebelum matamu berkedip.” Ketika dia (Sulaiman) melihat (singgasana) itu ada di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau berbuat kufur. Siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Siapa yang berbuat kufur, maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya lagi Maha mulia.”

(Q.s An-Naml ayat: 40).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *