Aqidah Remaja

Dalil-dalil Makrifat Wujud Allah secara Akal

33
×

Dalil-dalil Makrifat Wujud Allah secara Akal

Sebarkan artikel ini

Dalil-dalil atas Kewajiban Makrifatullah ( Wujud Allah Swt)

Pendahuluan yang mendasar sebelum kita membahas makrifat dan wajud Allah SWT, dua soal penting yang mendasari kita untuk masuk dalam pembahasan ini.

  1. Apa hal yang mengantarkan Manusia pada pembahasan wujud sang-Khaliq dan pencipta Alam semesta.
  2. Apa dampak bagi Manusia setelah mempelajari Makrifat sang pencipta Alam semesta dan Iman terhadap-Nya serta Iman atas Agama sang-Khaliq.

Adapun jawaban atas dua soal mendasar diatas pentingnya menjawab dengan dasar logika.

  1. Keharusan menghindari bahaya yang sekiranya terjadi atas keyakinan dalam beragama dan beraqidah (lazama daf’u al dzarara al muhtamal). 

Sesungguhnya didalam kehidupan ini banyak kelompok yang didalamnya terdapat tokoh tokoh yang dimana mereka berangkat dari pemikiran dan pemahaman yang didasari atas keyakinan tertentu, Yang tentunya dasar pemikiran dan keyakinan mereka sangat mempengaruhi ummat manusia secara mendalam bahkan mereka menyampaikan terhadap kelompok-kelompok dan masyarakat secara luas berjalan dari masa ke masa serta mengajak kelompok dan masyarakat tersebut untuk mengikuti dan meyakini dengan apa yang mereka bawa dari pemikiran dan keyakinan tersebut. Maka dari sini datanglah peran akal dan logika atas wajibnya mempelajari dan memahami keyakinan akan Wujud sang-Khaliq dan agama yang benar. Demikian juga secara logika, Manusia wajib menghindari bahaya pemikiran dan keyakinan  dari kelompok atau tokoh tokoh tertentu(pemikiran dan keyakinan yang salah) yang sekiranya marabahaya tersebut datang &  mempengaruhi keyakinan serta agama kita. Disamping itu akal menghukumi bahwasannya mempelajari akan Wujud dan Makrifat sang Khaliq agar menguatkan pemikiran dan keyakinan kita serta agama kita dari pengaruh pemikiran yang salah tsb. 

  1. Keharusan mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh sang Pencipta terhadap kita (lazama syukru al-mun’im).

Setiap manusia di kehidupan ini tentu merasakan segala hal kenikmatan bahkan manusia tenggelam dalam lautan kenikmatan di kehidupannya dan hal mengenai ini tidak satu pun dapat memungkiri atasnya, dari sisi lain manusia tentunya dapat menghukumi secara akal dan logikanya terhadap keharusan mensyukuri dan berterimakasih atas nikmat yang di berikan kepadanya, dan tidak lah terlaksana suatu syukur dan rasa terimakasih kepada si pemberi nikmat yaitu sang maha pencipta alam semesta kecuali dengan mengenal-Nya. 

dari perihal paparan di atas mewajibkan dan mengharuskan bagi manusia mencari dan mengenal sang pemberi nikmat guna manusia mensyukuri dan berterimakasih terhadap nikmat yang di berikan sang Khaliq terhadap manusia, maka sekali lagi secara hukum akal dan logika wajib mengenali hakikatnya sang pemberi nikmat sejati, tidak lain ialah sang khaliq dzat yang menciptakan manusia. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *