Aqidah Remaja

Al-Qur’an Terhindar dari Tahrif (Perubahan)

29
×

Al-Qur’an Terhindar dari Tahrif (Perubahan)

Sebarkan artikel ini

Al-Quran kitab suci agama islam yang abadi terhindar dari perubahan(tahrif) dan tidak dapat didustakan dengan kebatilan.

 

Kitab-kitab suci wahyu yang dibawa para Nabi a.s sebelumnya, sayangnya, secara bertahap mengalami perubahan dan penambahan makna selama bertahun-tahun. Selain dari apa yang dikatakan dalam Al-Quran untuk akibat ini, terdapat bukti historis untuk menguatkan fakta tersebut. Bedanya, kitab suci Al-Quran tak ada yang ditambahkan atau diubah dari Al-Quran itu sendiri. Nabi Islam Saw menerima sejumlah 114 surah Al-Quran, dan ini merupakan peringatan abadi ihwal dirinya, dan beliau menyampaikannya secara utuh ke muka bumi ini. Para penulis wahyu, terutama Imam Ali as, yang menuliskan ayat-ayat yang diwahyukan sejak awal, telah menjaganya dari segala interpolasi. Meskipun 14 abad telah berlalu sejak diturunkan, tidak satu ayat atau surat pun yang telah ditambahkan atau dikeluarkan dari Al-Quran. Kami menyinggung di bawah ini, beberapa alasan mengapa Al-Quran harus tetap bebas dari perubahan apapun. 

  • Allah Sendiri telah menjamin penjagaan dan perlindungannya. Dalam salah ayatnya. 

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan al-Dzikr [maksudnya, al-Quran] dan sesungguhnya Kami yang menjaganya”.

(QS. Al-Hijr ayat 9)

  • Allah telah melarang masuknya jenis kebatilan apapun ke dalam Al-Quran, 

لَّا يَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهٖۗ تَنْزِيْلٌ مِّنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ

“Kebatilan tidak akan mendatanginya dari depan maupun dari belakang. Itulah wahyu yang diturunkan dari allah swt Yang Mahabijak dan Maha Terpuji”.

(QS. Fushshilat [41]:42)

 

Karena Allah telah menolak segala kemungkinan merasuknya kebatilan dalam Al-Quran, ini bermakna bahwa apapun yang mungkin dapat melemahkan Al-Quran seperti menambahkan kata-kata atau ayat-ayat, atau menghapusanya juga dilarang masuk. Dengan demikian, seseorang dapat menyatakan dengan mutlak yakin bahwa kitab suci ini tidak berubah bagaimanapun juga. 

 

  • Ayat-ayat Al-Quran yang mudah untuk dihafal. Sejarah menunjukkan bahwa kaum muslim dianugerahi khusus berkenaan dengan pengetahuan dan hafalan Al-Quran. Pada masa diturunkannya wahyu, bangsa Arab terkenal dengan  ingatan-ingatannya yang cemerlang dan kuat, sedemikian hebat, sampai-sampai setelah mendengar sebuah khotbah panjang  sekali saja, mereka mampu mengingat dan mengulanginya secara harfiah. Dalam konteks ini, karena terdapat begitu  banyak manusia yang hafal Al-Quran, bagaimana mungkin seseorang dapat mengklaim bahwa Al-Quran boleh jadi telah berubah? 

 

Allah Swt sendiri berulang kali berkata pada Al-Quran.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan(dihafal), maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”.

(Q.s Al-Qamar ayat 17)

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ

“Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

(Q.s Al-Qamar ayat 22)

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ

“Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

(Q.s Al-Qamar ayat 32)

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍࣖ

“Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

(Q.s Al-Qamar ayat 40)

 

Demikian sejumlah alasan lain, para ulama besar Ahlulbait a.s, sejak awal Islam sampai hari ini, menekankan kekebalan Al-Quran terhadap perubahan apapun (tahrif). Harus ditekankan  bahwa ini telah menjadi posisi seluruh tokoh Syi’ah di semua zaman, dan hingga hari ini, seluruh pemimpin Syi’ah, tanpa kecuali, menegaskan prihal ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *