Mukjizat lain Rasulullah Saw selain Al-Quran.
Al-Quran berbicara tentang sembilan mukjizat sekaitan dengan Nabi Musa, lima dengan Nabi Isa, maka, hampir tidak dapat dipahami jika Nabi Saw terakhir, sang penutup para Nabi sebelumnya, tidak memperlihatkan serangkaian mukjizat pula, meskipun mukjizat sangat unggul tetaplah mukjizat wahyu Al-Quran.
Sejumlah mukjizat beliau Saw sesungguhnya disebutkan dalam
Al-Quran:
- Terbelahnya bulan. Manakala para penyembah berhala
menjadikan keimanannya bergantung pada terbelahnya bulan
menjadi dua bagian, Rasulullah Saw dengan seizin Allah, melakukan
itu dengan tepat. Ini sebagaimana difirmankan Al-Quran:
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
Saat kiamat mendekat dan bulan terbelah menjadi dua. Dan
jika mereka melihat sebuah tanda, mereka berpaling dan
berkata, “Itu adalah sihir yang terus berlanjut.”
(QS. al-Qamar [54]:1-2)
Ayat terakhir jelas-jelas menunjukkan bahwa yang dimaksud
dengan terbelahnya bulan, bukanlah keterbelahan yang terjadi
di Hari Kebangkitan, melainkan di masa Rasulullah Saw.
- Mikraj (naik ke langit). Mukjizat lain Rasulullah Saw adalah melakukan perjalanan dari Mesjidil Haram di Mekah ke Mesjidil Aqsa di Jerussalem, dan dari sana menuju singgasanah langit. Perjalanan menakjubkan ini terjadi di suatu malam, dalam tempo yang sangat singkat. Ini juga diceritakan dalam Al-Quran. Kekuasaan Allah sedemikian rupa, sehingga tidak ada faktor-faktor nyata yang mampu menghalangi naiknya Nabi Saw melewati langit-langit.













