Aqidah Remaja

Kenabian Khusus

14
×

Kenabian Khusus

Sebarkan artikel ini

KENABIAN KHUSUS

 

KENABIAN ISLAM RASULULLAH MUHAMMAD SAW.

 

Metode penetapan kenabian Rasulullah Saw. 

Pada bagian sebelumnya, kami telah membahas prinsip kenabian secara umum. Sekarang kami akan membahas kenabian secara khusus sekaitan dengan Nabi Islam, Muhammad bin Abdullah saw. Kita telah mencatat bahwa kenabian dapat dibuktikan dalam tiga cara: 

(a) Melalui mukjizat yang menyertai klaim kenabian.

(b) Melalui bukti yang terhimpun dari para sahabat dan saksi dalam mendukung kebenaran dakwah. 

(c) Melalui pembenaran yang diberikan Nabi sebelumnya.

 Kenabian Rasul Islam Saw dapat dikuatkan masing-masing dari semua cara metode sebelumnya pada pembahasan kenabian secara umum, sebagaimana akan kami tunjukkan secara ringkas berikut ini. 

 

Al-Quran mukjizat teragung Rasulullah Saw. 

Sejarah jelas-jelas menunjukkan bahwa Nabi Islam Saw memperlihatkan beragam mukjizat di sepanjang perjalanan misinya. Namun, di atas segala mukjizat lainnya, beliau lebih menekankan mukjizat yang abadi, yakni Al-Quran itu sendiri. Beliau mendeklarasikan kenabiannya melalui Al-Quran kitab yang diwahyukan dan menantang siapapun di jagat raya untuk membuat yang serupa dengannya. Namun, tak seorangpun di masa kewahyuan yang dapat menyambut tantangan tersebut. Bahkan sampai hari ini, setelah berlalunya waktu hingga berabad-abad lamanya, keunikan Al-Quran yang tidak dapat ditiru, tetap hadir. sebagaimana dinyatakan dalam kitab Allah Swt: 


قُلْ لَّىِٕنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa dengan al-Quran ini, mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya walaupun mereka saling membantu satu sama lainnya.”

(QS. al-Isra [17]:88)

Sebenarnya Al-Quran hendak menyatakan, berkenaan dengan keunikannya sendiri, 

“Wahai Nabi, tantanglah manusia untuk mendatangkan sebuah kitab seperti kitab ini.” 

Di tempat lain, Al-Quran menantang mereka untuk mendatangkan, bahkan lebih sedikit darinya,

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُۗ قُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَيٰتٍ وَّادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

“Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Dia (Nabi Muhammad) telah membuat-buat (Al-Qur’an) itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian,) datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur’an) yang dibuat-buat dan ajaklah siapa saja yang kamu sanggup (mengundangnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” 

(QS. Hud [11]:13)

 


وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang apa (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad), buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

(QS. al-Baqarah [2]:23)

Kita tahu, musuh-musuh Islam tidak akan melewatkan satu taktikpun dalam upaya mereka selama 14 abad, untuk merusak Islam. Mereka tak henti-hentinya menuduh Nabi Saw sebagai penyihir, gila dan lainnya. Namun mereka tak pernah mampu menerima tantangan membuat sesuatu yang sebanding dengan Al-Quran. Hari ini, walaupun menguasai segala bidang pemikiran dan pengetahuan mutakhit yang berbeda, serta memiliki segenap sarana epistemologi modern, mereka tetap tidak mampu menyangkal atau membuyarkan keunikan Al-Quran yang terang-benderang dan tak dapat ditiru, hal ini memberi kesaksian pada fakta bahwa Al-Quran merupakan ihwal yang sama sekali bukan ucapan manusia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *