Aqidah Remaja

Kenabian Secara Umum (Nubuwah)

10
×

Kenabian Secara Umum (Nubuwah)

Sebarkan artikel ini

KENABIAN SECARA UMUM (NUBUWAH).

 

DALIL KEHARUSAN PENGUTUSAN PARA NABI.

 

Pengutusan seorang Rasul adalah hidayah & petunjuk bagi manusia

Allah Swt yang Maha bijak telah memilih orang-orang mulia tertentu untuk membimbing umat manusia, serta mempercayakan mereka dengan risalah-Nya bagi seluruh manusia. Mereka adalah para Rasul dan Nabi as, yang melalui perantaranya, limpahan rahmat dan petunjuk mengalir turun ke bumi dari langit Dialah Allah Swt. Rahmat ini mengalir dari sisi-Nya sejak awal umat manusia berada, hingga masa Nabi Muhamad Saw. Perlu kiranya dipahami bahwa masing-masing keistimewaan agama tertentu yang dibawa para Nabi as merupakan bentuk paling sempurna dari agama untuk masa dan orang-orang yang hidup saat itu. Seandainya aliran rahmat Allah Swt ini tidak abadi, umat manusia tidak akan pernah mampu mencapai kesempurnaan.

 

Alasan keniscayaan kenabian.

Karena penciptaan manusia disebabkan Allah Yang Mahabijak, tentu saja kemudian terdapat tujuan dan maksud bagi penciptaannya. maka, dengan adanya fakta bahwa apa yang manusia sendiri miliki adalah  kecerdasan dan kearifan, selanjutnya, tujuan dan maksud penciptaan ini harus jelas. Dari sudut pandang lain, betapapun hebatnya akal manusia, juga bermanfaat dan penting dalam pencarian menuju jalan kesempurnaan, namun itu belumlah cukup. Seandainya hanya merasa puas dengan nalarnya sendiri, manusia tidak akan pernah mampu menemukan sebentang jalan utuh yang benar-benar menuntunnya menuju kesempurnaan dirinya sendiri. Sebagai contoh, salah satu yang paling mendesak dari pelbagai tantangan ilmu pengetahuan adalah memahami misteri asal-usul manusia dan tujuan akhirnya. Manusia ingin tahu sejak kedatangannya di dunia, mengapa dirinya datang dan kemana akan pergi. Namun seorang intelek sendirian, tidak akan mampu menuntaskan masalah demikian. Ketidakmampuan nalar manusia dan penelitiannya, tidak terbatas pada persoalan asal-usul dan akhir hidup umat manusia. Namun lebih luas lagi, bahkan, hingga beberapa masalah lain seputar makna vital kehidupan. Perspektif manusia yang beragam dan saling bertentangan sekaitan dengan persoalan ekonomi, etika, keluarga dan lainnya, membuktikan ketidakmampuan nalar untuk mencapai kesimpulan sempurna dalam seluruh bidang ini, dan untuk alasan yang sama, kita menyaksikan munculnya mazhab-mazhab yang saling berseberangan. Dengan mempertimbangkan poin-poin tersebut secara berhati-hati, pengalaman pengetahuan memberi penilaian logis bahwa kearifan Tuhan sebagai Dzat Yang Maha Pengasih mengharuskan umat manusia dianugerahi para pemimpin yang mendapat petunjuk Allah Swt dan para pengajar demi menunjukkan dengan jelas jalan yang lurus. Karena menuai beberapa alasan berikut: 

 

  • pengetahuan manusia, sebagaimana diterapkan pada pemahaman manusia itu sendiri, seputar misteri wujud, plus masa lalu dan masa datang berdasarkan perjalanan eksistensialnya, tidaklah memadai; sedangkan Pencipta manusia, di sisi lain—sejalan dengan prinsip bahwa setiap pencipta mengetahui betul ciptaannya, Dialah dzat pencipta yang benar benar mengetahui manusia berikut segenap dimensi dan misteri wujudnya. Dalam Al-Quran, kita memiliki argumen menyatakan,

 


اَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُࣖ 

“Apakah (pantas) Zat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Mahahalus lagi Maha Mengetahui?”

(QS. Al-Mulk :14)

  • Terlepas dari dorongan  insting dalam diri, sadar atau tidak, manusia cenderung mengejar keuntungan pribadi, dan dalam perencanaannya, tidak mampu berdiam diri untuk terus menambah keuntungan pribadi atau kelompoknya.  dia tidak akan pernah mampu terlibat dalam totalitas kelompok manusia. Dia akan selalu, hingga tingkat tertentu, berprasangka dalam kaitannya dengan kepentingan pribadinya. Petunjuk yang diberikan para Nabi a.s, di sisi lain, lantaran berasal dari realitas Tuhan, nihil dari keberpihakan semacam itu serta pelbagai kekurangan yang berasal darinya. Dengan mempertimbangkan poin-poin ini, harus disimpulkan bahwa umat manusia senantiasa membutuhkan petunjuk Tuhan dan ajaran Nabi (Saw), dan akan selalu seperti itu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *