Al-Quran

Syarat Terkabulnya Doa

43
×

Syarat Terkabulnya Doa

Sebarkan artikel ini

Syarat Terkabulnya Doa

بسم الله الرحمن الرحيم

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S Al-Baqarah:186).

Masih tentang ayat 186 surat Al-Baqoroh, ada yang tersirat dalam pengabulan doa dari Allah kepada makhluk-Nya.
Terkabulnya doa dalam ayat diatas mengisyaratkan bahwa doa terdapat dua macam :
Pertama doa yang disebut ( حقيقي دعاء ) doa yang aktual. Dan yang kedua ( صوري دعاء ) doa yang formal.
Doa yang aktual adalah doa yang berhubungan dengan bertauhid secara sempurna, jika tidak maka ia termasuk dari صوري دعاء atau doa yang formal. Banyak dari kita ketika sakit, kita butuh kepada obat. Dan banyak dari kita yang meyakini bahwa kesembuhan dari sakit yang ada pada diri kita, sumber kesembuhannya adalah obat. Kemudian obat itu kita jadikan sebab utama yang sempurna bagi penyembuhan penyakit kita. Manusia yang meyakini demikian seandainya ia berdoa kepada Allah SWT dan ia meyakini juga bahwa doa yang ia panjatkan merupakan sebab utama yang sempurna pula bagi penyembuhannya, maka ia sejatinya tidak terkoneksi dengan Tauhidnya secara sempurna. Mereka akan sampai pada Tauhid yang sempurna ketika mereka yakin bahwa tidak ada sebab bagi seluruh keberadaan ini kecuali Allah SWT yang menjadi sebabnya.

Tidak ada sebab yang utama melainkan Allah SWT. Adapun selainnya, hanya sebagai perantara untuknya. Ketika manusia yakin bahwa selain Allah memberikan pengaruh atau dampak secara mandiri, dan pengaruh itu ia jadikan pengaruh yang sempurna baginya, jika demikian, maka Allah SWT sejatinya alpa dari sebab. Jika Allah SWT nihil (dalam kausa), maka doa yang dipanjatkan bukanlah doa yang aktual.
Karena itu Allah SWT berkata dalam firman-Nya :

أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”.

Tersirat dalam ayat ini, bahwa orang yang berdoa dan memohon kepada Allah SWT, maka ia telah meyakini sebab utama yaitu Allah SWT, dan meyakini bahwa tidak ada yang berpengaruh dalam kebaradaan ini kecuali Allah SWT, maka dalam konteks ini disebut dengan doa yang aktual. Adapun orang yang memohon kepada Allah SWT dan ia masih percaya pada sebab selain-Nya, maka doa (permohonan) itu bukanlah doa yang aktual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…