Al-Quran

3 Jenis Kelalaian

119
×

3 Jenis Kelalaian

Sebarkan artikel ini

بسم الله الرحمن الرحيم 

لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ مِّنۡ هَـٰذَا فَكَشَفۡنَا عَنكَ غِطَاۤءَكَ فَبَصَرُكَ ٱلۡیَوۡمَ حَدِیدࣱ

Artinya: “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.” (Q.S Qaf: 22)

Ayat diatas berbicara tentang kelalaian manusia. Apa kelalaian yang ada pada manusia? Dan dalam kondisi apa kita lalai?

Terdapat 3 perkara kelalaian pada manusia dialam dunia ini:

1. Perkara yang pertama ialah kelalaian manusia terhadap kematian. persoalan kematian adalah persoalan yang pasti datang dan terjadi pada setiap manusia. Karena itu, janganlah lalai dari hal itu, karena kematian merupakan hal yang sangat penting diperhatikan. Diriwayatkan dari Imam Asshadiq a.s ” sesungguhnya antara dunia dan akhirat terdapaf 1000 rintangan, paling mudahnya dan ringannya rintangan itu adalah kematian”.

Kematian merupakan hal yang akan datang kepada kita kapanpun dan dimanapun. Maka sejatinya orang yang beriman adalah menyambutnya dengan penuh lapang dan bekal yang banyak.

2. Perkara yang kedua adalah kelalaian manusia terhadap bentuk dan wujud amal yang dilakukan. 

Amal-amal yang kita tunaikan boleh jadi kita tidak tahu tentang hakikat amal tersebut. Baik amal yang baik ataupun amal yang buruk. Adapun satu ketaatan yang kita laksanakan merupakan satu potong dari kenikmatan surga. Begitu pula satu maksiat yang kita kerjakan merupakan satu tetes api neraka yang kita rasakan. Al Quran firman Allah berkata: 

إِنَّمَا تُجۡزَوۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu diberi balasan terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Maka sejatinya amal yang kamu lakukan itu adalah balasan kepadamu. Jika baik, maka balasannya kebaikan, dan jika buruk, maka keburukanlah yang akan diterimanya. Ketika manusia lalai dalam perihal ini, maka yang terjadi ia beramal dengan sembarang amal. Baik amalan yang baik ataupun amalan yang buruk. Hal ini disebabkan karena lalai hingga tidak mengetahui batasan batasan dalam literatur agama.

3. Perkara ketiga adalah kelalaian kita terhadap yang bersifat ruh dan yang bersifat jism/badan.

Diantara keduanya memiliki hubungan yang berpengaruh dalam kehidupan kita didunia dan diakhirat. Namun, karena kita hidup untuk alam selanjutnya atau kekeabadian, maka yang perlu kita perhatikan adalah lebih penting manakah antara badan kita ataukah ruh kita? Manakah diantara keduanya yang hidupnya panjang?

Jawabannya adalah ruh yang akan tetap hidup walaupun badannya terpisah darinya. Adapun badan akan hancur bersama tanah yang menjadi tempat dimana ia disemayamkan. 

Dengan itu, jika kita pahami hal ini, maka yang sangat perlu diperhatikan adalah ruh kita. Berilah asupan yang bergizi berupa ketaatan, menunaikan amal amal yang baik, menjauhi segala keburukan, yang pada akhirnya dengan itu semua, ia akan membawa kebaikan untuk menghadap dan berjumpa pada yang Maha baik, pada orang orang yang baik berupa Rasul Rasul Allah SWT dan para kekasih kekekasih Allah SWT.

Kita memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala macam bentuk kelalaian 🤲🤲🤲

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…