Akidah

Pengantar Hangat Sang Ayah

19
×

Pengantar Hangat Sang Ayah

Sebarkan artikel ini

PENGANTAR PENULIS

bismillâh al-rahmân al-rahîm

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (Âli Imrân: 104)

Barang siapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepada mereka  kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Al-nahl: 94)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang bertaqwa. (Âli Imrân: 133)

 

Bismillâh al-rahmân al-rahîm

​Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi besar al-Amin Muhammad dan keluarganya.

​Abdullah Syarif al-Maqani (semoga Allah mengampuninya), putra Syaikh (qs) berkata, “Sungguh ketika aku tahu bahwa umur itu pendek, serta ajal itu tidak bisa diketahui dan bila tiba-tiba datang tak dapat ditunda, dimajukan, atau dimundurkan, maka aku takut ajal mendatangiku sebelum mendidik anakku, buah hatiku yang diberi nama ayahku dengan Muhammad Hasan [Ia adalah anak tertua penulis (qs) yang wafat semasa ayahnya] (semoga Allah memberi kebahagiaan di dunia dan akhirat serta mencurahkan taufik untuk meraih kematangan teoritis maupun praktis [kematangan ilmiah dan amaliah], dan semoga Allah memuliakan serta menegakkan agama-Nya dengannya), maka aku melihat kesempurnaan dan kebaikan dunia dan akhiratnya dari sikap konsistennya terhadap agama.

​Dan aku mengharapkan semua keturunanku dan saudara seagamaku untuk mengamalkannya. Kalau saja ada di antara keturunaku yang meninggalkan risalah ini dalam seminggu atau sebulan padahal ia belum menguasainya (belum sampai matang), itu akan menjadi kedurhakaan atasku, dan menurut penglihatanku, ia tak akan hidup bahagia serta tidak mendapat kebaikan. Dan siapa saja yang mendapatkan dari mereka (anak-anak al-Syaikh –peny.) kematangan sebagian isi risalah ini, maka baginya dianjurkan untuk merujuk sebagian yang lain sampai dirinya menguasai dengan penuh.

​Barang siapa tidak menentang wasiatku ini, niscaya aku akan memohon kepada Allah Swt untuk memperbaiki kehidupan dunia dan akhiratnya serta tidak akan diperlihatkan kepadanya sesuatu yang tercela, serta memanjangkan umurnya yang penuh berkah dan menganugerahinya kehidupan yang sejahtera. Aku memohon kepada Allah Swt agar memberi manfaat kepadaku dan dirinya di hari kiamat, ketika harta dan anak tidak lagi bermanfaat. Risalah ini kuberi nama Mir’âtu al-Rosyâd, yang berisikan tentang wasiat bagi kerabat, keturunan, dan anak-anak. Aku menyusunnya dalam beberapa bab.

 

Abdullah al-Maqani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *