Al-Quran

Muhasabah Bagian Kedua Dalam Menyempurna

13
×

Muhasabah Bagian Kedua Dalam Menyempurna

Sebarkan artikel ini

Muhasabah Bagian Kedua Dalam Menyempurna

2.Tingkatan Muhasabah

Muhasabah adalah perhitungan. Dimana setiap manusia dianjurkan untuk selalu menghisab dirinya. Muhasabah yaitu ketika manusia menimbang dirinya, apakah kebaikannya lebih berat dari keburukannya atau malah sebaliknya. Manusia yang menerapkan hal ini, akan selalu mengevaluasi dirinya, karena ia tahu mana perbuatan yang banyak ia lakukan dengan bermuhasabah. Agar manusia berada dalam timbangan yang tepat, maka kuncinya adalah dengan bermuhasabah.

Diriwayatkan dari Nabi SAW :

حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا
Artinya: “Hisablah diri kalian sebelum kalian menghisab orang lain”.

Gunakanlah kesempatan waktu ini agar memperoleh kehidupan yang indah didunia ini. Gunakanlah kesempatan zaman ini yang berjalan dengan cepat mengejarmu. Dan gunakan kesempatan ini semua untuk selalu bermuhasabah. Diriwayatkan dari Amiril Mukmini Ali bin Abi Thalib a.s “Setiap Hari menjumpai anak adam dan hari-hari itu berkata kepada anak adam: aku adalah hari yang baru, dan aku selalu menyaksikanmu, terkadang kamu beramal banyak kebaikan, dan terkadang pula kamu sedikit beramal, maka ketahuilah bahwa aku akan bersaksi tentang dirimu dihari kiamat nanti.”

Maka dengan itu, hisablah dirimu sebelum datangnya hari Peng-hisaban kelak, dan timbanglah dirimu sebelum kita menghadapi Neraca Kebenaran kelak. Esok hari akan ada timbangan antara amal kebaikan dan amal keburukan. Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hasilnya?

Diriwayatkan dari Imam Kadzim a.s “Bukanlah dari Kami yang tidak menghisab dirinya, ketika aku hendak tidur, lima menit sebelum terlelap, aku selalu mengunakan waktu lima menit tersebut khusus untuk menghisab diriku. Aku membaca seluruh catatan amalku dihari itu. Kemudian jika aku dapati amal yang buruk, aku menyesal dan berkata “Mengapa aku berbuat buruk dihari ini? mengapa aku terbuai dengan kemaksiatan? Apa hal yang dapat mendorongku untuk jauh dari berlaku maksiat? Apakah dorongan itu layak bagiku untuk menghindari siksaan Tuhanku dan menjauhkanku dari perbuatan yang tersesat, ataukah tidak seperti itu? Bukanlah bagian dari kamu yang tidak menghisab dirinya, maka ketia ia beramal kebaikan, ia akan menambah bekal kebaikan untuk menuju Allah SWT. dan jika ia beramal buruk, maka ia akan memohon ampun kepada Allah SWT dan bertaubat kepada-Nya”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…