Hari Perhitungan itu Pasti (Ma’ad)
Adapun masalah al-Ma’ad (iman pada hari akhir) secara global telah disepakati seluruh penganut agama, walaupun terdapat perbedaan dalam hal perinciannya di antara para teolog dan filosof. Tentunya mustahil manusia mampu mengetahuinya secara terperinci. Karena itu, cukup bagi kita untuk meyakininya secara global. Banyak ayat al-Quran serta hadis mutawathir yang berbicara dan berargumentasi tentang al-Ma’ad. Bahkan akal sendiri telah menetapkan secara umum bahwa Allah yang Mahabijak wajib mengganjar segenap perbuatan masing-masing manusia agar “orang berdosa tidak menanggung dosa orang lain.”
Hancurnya tubuh tidak memustahilkan keutuhannya kembali seperti sediakala mengingat Allah Mahamampu menghidupkan tulang-belulang yang sudah hancur lebur. Jelas sekali, menghidupkan kembali tidak lebih sulit dari menciptakan pertama kali, dari tiada menjadi ada, sebagaimana disinggung Allah dalam ayat-Nya.
Demikian pula, akal menghukumi bahwa tubuh (yang sudah hancur luluh) yang telah melakukan pelbagai perbuatan harus dikembalikan seperti sediakala. Banyak hadis mutawatir yang telah berbicara tentang hal itu dengan kandungan maknanya yang sangat jelas, namun kemudian ditakwil dan dilepaskan dari makna lahiriahnya. Tentu ini merupakan hinaan terhadap ucapan orang yang paling jujur (maksudnya, Nabi saw). Mahasuci Allah dari semua itu. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan merujuk pada kitab-kitab yang berbicara tentang masalah ini.











