Ahlulbait Nabi SAW
Ahlul bait Nabi SAW adalah manusia yang disucikan Allah SWT dari segala macam bentuk kotoran dan dosa. Allah SWT Berfirman:
إِنَّمَا یُرِیدُ ٱللَّهُ لِیُذۡهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجۡسَ أَهۡلَ ٱلۡبَیۡتِ وَیُطَهِّرَكُمۡ تَطۡهِیرࣰا
Artinya: Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Q.S Al-‘Aĥzāb:33)
Dalam arti lain, mereka termasuk dari orang-orang yang ma’sum atau yang terjaga. Sebagaimana Nabi Muhammad merupakan manusia yang maksum. karena beliau SAW mengemban risalah ilahi yang suci, maka sepatutnya bagi sipengemban risalah yang suci menjadi orang yang suci yang disucikan Allah SWT.
Syiah imamiyah meyakini bahwa penerus dari penjaga risalah ilahi setelah Nabi Muhammad SAW ialah ahlulbaitnya. Ayat ini sangat menguatkan mereka dalam kelayakan menjaga risalah ilahi. Karena jika penerus perjuangan Nabi bukanlah seorang yang maksum, maka ia tidak sama halnya dengan manusia pada umumnya yang bisa benar dan bisa salah. Sehingga pada akhirnya, risalah yang seharusnya dijaga agar tidak terjadi penyelewengan, menjadi hal yang tidak jelas dimata manusia. Maka dengan itu, diharuskan bagi penjaga risalah Nabi memiliki kemaksuman. Tentunya ini sekilas dari pembahasan bahwa penerima risalah ataupun penjaga risalah diharuskan baginya untuk memiliki kemaksuman.
Ayat diatas merupakan petunjuk bagi setiap ummat Muhammad untuk berpegang teguh kepadanya. Karena mereka adalah orang-orang yang langsung disucikan Allah SWT dari segala bentuk dosa dan kotoran. Hal ini, memberikan cerahan kepada kita bahwa mereka adalah manusia-manusia yang sangat dekat kepribadiannya kepada Nabi Muhammad SAW. Maka sesuai dengan tulisan sebelumnya, bahwa setiap dari kaum muslimin diwajibkan untuk berpegang teguh kepada ahlul bait Nabi SAW.











