Al-Quran

Pengawasan Diri (Muharabah)

11
×

Pengawasan Diri (Muharabah)

Sebarkan artikel ini

Pengawasan Diri (Muharabah) 

 

Muharabah adalah memerangi. Dimana manusia diharuskan untuk mememerangi hawa nafsunya. Manusia memiliki nafs/jiwa yang selalu condong kepada keburukan hingga kepada perbuatan yang melampaui batas. Manusia yang memberikan seluruh ruang untuk dirinya baik kebaikan ataupun keburukan, maka ia akan berpotensi untuk menjadi manusia yang melampaui batas dalam perbuatannya. Allah SWT Berfirman :

 

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى * أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى

Artinya: Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. (Q.S Al ‘Alaq: 6-7)

 

فَأَمَّا مَنْ طَغَى * وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا * فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى

Artinya: Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraka tempat tinggalnya. (Q.S An-Nazi’at: 37-39)

 

Dianjurkan bagi setiap manusia untuk melihat dan memerhatikan dirinya. Jika ia membuka ruang untuk memakan segala sesuatu, maka seluruh makanan akan masuk kepadanya. Apapun makanannya ia lahap habis dan apapun minumannya ia teguk semuanya. Jika ia masih membuka ruang pada dirinya untuk memakan dan meminum apapun yang ada, kemudian membuat dirinya penuh dan membengkak karena makanan dan minuman yang ia lahap dan ia teguk, maka darinya akan menimbulkan dan melahirkan penyakit-penyakit bagi dirinya. Maka tentunya bagi manusia untuk memerangi dirinya dari syahwat/nafsu makan dan nafsu minum yang tidak beraturan. Semua itu agar manusia memperoleh kehidupan yang sehat dan selamat bagi tubuhnya. Begitu pula dalam perkara ruh manusia, ia butuh pula untuk memerangi dirinya dari nafsu berlaku maksiat, berlaku kesalahan dan dosa. Karena jika ia tidak memerangi jiwanya, maka jiwanya akan menjadi liar sehingga pada akhirnya ia akan berlaku semaunya hingga sampai pada perbuatan yang melampaui batas.

Dengan demikian, jiwamu terdapat pada dirimu, maka berusahalah untuk memerangi jiwamu, berusaha untuk mengontrolnya, dan berusahalah untuk menggiringnya hingga kamu sampai kepada timbangan yang akurat dalam amalmu. Bagaimana manusia memerangi jiwanya? Bagaimana manusia menggiringnya? Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nabi SAW : 

” paling utamanya jihad adalah yang berjihad melawan hawa nafsunya/jiwanya”. 

Ada beberapa tindakan untuk manusia agar ia dapat memerangi jiwanya, yaitu tindakan pikiran, tindakan nafs, dan tindakan ruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…