بسم الله الرحمن الرحيم
لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ أَحۡسَنِ تَقۡوِیمࣲ # ثُمَّ رَدَدۡنَـٰهُ أَسۡفَلَ سَـٰفِلِینَ
Artinya: “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),” (Q.S At-Tīn:5)
Allah SWT telah menciptakan manusia dan Dia ingin darinya untuk sampai kepada kesempurnaan serta sampai ketempat yang setinggi tingginya hingga ia dijadikan sebagai sebaik baiknya manusia. Banyak petunjuk dari Allah SWT dalam firman-firmanNya yang menjelaskan tentang kemuliaan manusia yang membedakan dengan makhluk-makhluqNya selain darinya. Berikut firman-firman Allah SWT :
وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِیۤ ءَادَمَ
Artinya: “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam.”
قَالَ إِنِّی جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامࣰاۖ
Artinya: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.”
إِنِّی جَاعِلࣱ فِی ٱلۡأَرۡضِ خَلِیفَةࣰۖ
Artinya: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi.”
Namun pertanyaannya apakah setiap manusia dinyatakan sebagaimana pernyataan Allah SWT dalam firmanNya diatas☝️?
Jawabannya tentulah tidak semua manusia tergolong dari pernyataan Allah SWT diatas. Seorang yang tergolong dari pernyataan tersebut adalah seorang yang menggunakan ikhtiyarnya untuk meniti jalan dijalan yang mengantarkannya sampai kepada kedudukan atas pernyataan Allah SWT dalam firmanNya diatas. Seorang yang berada kedudukan tersebut adalah seorang yang berdiri dan menyahuti ajakan dan panggilanTuhannya. Tentunya hal ini tidaklah mudah bagi manusia. Mereka harus selalu berperang dengan hawa nafsunya yang mendorongnya kepada kemaksiatan hingga menjadi orang yang tuli dari panggilan Tuhannya (Fal naudzubillahi min dzalik).
Dari penjelasan diatas ilmu akhlaq berbicara tentang sebab datangnya kemaksiatan dan bagaimana cara mengatasinya agar kita jauh dari hal tersebut. Kemudian bagaimana kita menjaga diri kita dari kemaksiatan.
Sebab-sebab datangnya kemaksiatan kepada kita:
1. Tidak adanya keimanan kepada Tauhid dan Hari akhir. Atau bisa dikatakan lemah dalam keyakinannya secara umum.
2. Lalai. Lalai dari apa yang semetinya dilaksanakan.
3. Lemahnya keinganan untuk melawan hawa nafsu.
Adapun obatnya dari hal demikian adalah :
1. Lemahnya keyakinan akan ditaklukkan oleh ketaqwaan dan keimanan terhadap hal yang ghaib. Dan menguatkan keyakinan dengan belajar menuntut ilmu.
2. Obatnya kelalaian adalah selalu awas diri/muraqabah.
3. Dan obat dsri lemahnya keinginan melawan hawa nafsu ialah dengan beribadah dan memohon serta bermunajat kepada Allah SWT.











