Faktor yang terakhir adalah memilih kholwat atau menyendiri dalam keheningan dan kegelapan.
Terkadang manusia dalam beribadah membutuhkan kegelapan dalam ruangannya untuk lebih bisa berintraksi dapam beribadah. Cahaya terkadang mengganggu pikirannya hingga ia tidak bisa sampai pada kekhusyuan. Berbeda dengan manusia yang duduk dalam gelapnya malam dan dalam kesendiriannya, ia akan terhantarkan kepada keheningan, kenyamanan dan ketenangan dihadapan Allah SWT. Allah SWT Berfirman:
وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشاً # وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعاً شِدَاداً
Artinya: dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh. (Q.S An-Naba’:11)
Malam adalah pakaian nafs yang mengantarkannya kepada keadaan yang damai dan tenang. Maka nafs dengannya akan menikmati kemesraan dengan Tuhannya. Ia akan menangis berlinangan air mata, dan menyesal atas kekurangan dirinya dalam menghamba dan beribadah kepada Tuhannya. Ia juga akan mengakui segala dosa-dosa yang ia perbuat selama hidupnya dihadapan Tuhannya Yang Maha Kuasa. Pada saat itulah, cahaya Allah SWT akan masuk kepada dirinya, hingga ia mendapatkan kenyamanan dan ketenangan dalam dirinya serta ia akan mendapatkan hubungan yang mesra dan manis dalam beribadah kepadaNya.











