Hadis

Pendidikan 

24
×

Pendidikan 

Sebarkan artikel ini

Pendidikan 

 

Sebagian besar dari orang tua yang menanamkan pelajaran kepada anaknya sampai berharap dari anaknya mendapatkan pelajaran yang baik dan sempurna. Seperti halnya dengan menyekolahkan anaknya disekolah yang khusus, berupa biaya yang sangat besar, hingga bertujuan menjadikan anaknya sebagai dokter, insinyur dan lain sebagainya. 

Hal ini merupakan perhatian besar yang diberikan orang tua kepada anaknya. Namun islam memberikan arahan yang lebih besar dari itu tentang perhatian yang seharusnya diberikan orang tua kepada anaknya. Perhatian dan pendidikan tersebut adalah tentang ruh. Seorang anak yang belajar kemudian memiliki banyak ilmu, namun didalamnya tidak terdapat perhatian akan ruhnya, maka boleh jadi ia tidak akan menjadi orang yang bermanfaat di sekitarnya. Karena itu kalau itu melihat kepada riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Ja’far As-Shadiq a.s, beliau menegaskan tentang hal semacam ini. Beliau berkata: ” ajarilah anak-anakmu ilmu kami yang darinya mereka akan banyak mengambil banyak manfaat, dan bersegera melaksanakan ilmu kami tanpa menundanya”.

 

Nabi SAW merupakan perwujudan dari kesempurnaan. Bagaimana beliau SAW mengedepankan kesempurnaan kepada umatnya yang merupakan dari tugasnya?

 

Allah SWT berfirman: 

 

یَتۡلُوا۟ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتِهِۦ وَیُزَكِّیهِمۡ وَیُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ 

Artinya: “yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab”

 

Dalam ayat ini, penyucian diri didahulukan dari pembelajaran dalam konteks penyempurnaan. Dalam arti kesempurnaan manusia yang pertama terikat kepada penyucian diri, dan yang kedua terikat kepada pembelajaran.

 

Ulama pendidikan membagi pendidikan kepada 2 hal :

  1. Pendidikan secara langsung.
  2. Pendidikan yang tidak secara langsung.

Pendidikan secara langsung yaitu berupa nasihat yang disampaikan orang tua kepada anaknya, penceramah kepada pendengarnya. Seperti halnya dengan memberikan nasihat untuk melaksanakan sholat, puasa, zakat dan lain sebagainya. Hal ini telah disinggung di dalam Firman Allah SWT :

 

وَلۡتَكُن مِّنكُمۡ أُمَّةࣱ یَدۡعُونَ إِلَى ٱلۡخَیۡرِ وَیَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَیَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۚ 

Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar;”. (Q.S Al imran: 104)

 

Di ayat lain juga Allah Berfirman :

كُنتُمۡ خَیۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ 

Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar,” (Q.S Al imran: 110)

 

Adapun pendidikan secara tidak langsung adalah istiqamah atau sikap yang lurus. Sikap yang lurus memberikan efek yang luar biasa walaupun tidak terdapat ucapan. Orang tua yang memiliki sikap yang lurus, ia akan memancarkan arahan kehati anaknya tentang nilai dari sikapnya. Seperti dengan halnya seorang anak yang mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibaca kedua orang tuanya di setiap harinya, akan berefek kepada anaknya bahwa terdapat nilai yang besar dari sikap lurus kedua orang tuanya. Sikap yang lurus semacam demikian memberikan pendidikan secara tidak langsung kepada seorang anaknya. 

Pendidikan semacam ini semakin lama semakin pudar. Berbeda dengan zaman yang lampau. Mereka pada zaman dahulu telah mengajarkan setiap anaknya secara tidak langsung dengan memulai bangun paginya dengan shalat berjamaah kemudian tadarusan dan membaca doa-doa yang ajarkan Nabi SAW dan ahlulbaitnya. Berbeda dengan zaman sekarang yang sedang dilalui oleh setiap manusia. Seorang anak ketika bangun dari tidurnya ia akan mendengarkan musik dan suara televisi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *