Al-Quran

Pemilik Ruh Suci Berkwalitas Tinggi

85
×

Pemilik Ruh Suci Berkwalitas Tinggi

Sebarkan artikel ini

Ali bin Abi Thalib a.s adalah kobaran api cinta kepada Allah SWT, Ali adalah cahaya dari kegelapan. Ali merupakan potongan dari sebagian munajat, ibadah, kedekatan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Ali merupakan seseorang yang didengar ditelinga manusia sebagai cerminan dari munajat, doa, kekhusuan dan ketundukan 

kepada Allah SWT. Dan dari sinilah dhirar mensifati pemimpinnya dengan ruh yang suci yang memiliki kwalitas super power. Dhirar berkata tentang Ali : “ia selalu menghisap dirinya ketika ia sedang menyendiri”. Hal ini menjelaskan bahwa Ali bin abi Thalib merupakan orang yang selalu menghisab dan memperingati dirinya atas segala yang diperbuat olehnya. 

Ali bin Abi Thalib a.s ingin mengajarkan kepada ummat tentang metode dalam mendidik ruh yang agung. Seperti metode muhasabah sebagaimana sabda Nabi SAW :

”حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا“

Artinya: “hisablah diri kalian sebelum menghisab selainya”.

Dan kemudian metode muatabah atau memperingati dan menyalahkan diri atas segala perbuatan yang telah dilakukan. Sebagaimana Allah SWT berFirman:

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ لَاۤ أُقۡسِمُ بِیَوۡمِ ٱلۡقِیَـٰمَةِ # وَلَاۤ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ

Artinya: “Aku bersumpah demi hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). (Q.S Al-Qiyamah: 1-2)

Ali bin Abi Thalib a.s adalah orang yang menghisab dirinya ketika menyendiri dan ia juga suka menyesali apa yang sudah ia lalui, ia adalah orang yang khawatir dan takut akan dunia yang didalamnya terdapat bunga mahkota yang berduri. Ia adalah yang menghibur dirinya dengan menghidupkan malamnya dari segala ketakutan. Mengapa Ali khawatir dan takut kepada dunia? Ali telah mengecam dunia dan juga terkadang memberi pujian kepada dunia. Disebagian hadist ia berkata: 

حب الدنيا الدنيا رأس كل خطيئة

Artinya: “cinta kepada dunia merupakan pangkal dari segala kesalahan”.

Ia juga berkata dihadist yang lain: 

”الدنيا مسجد أحباء الله، مصلى أولياء الله، مهبط ملائكة الله“،

Artinya: “dunia merupakan tempat sujud bagi para kekasih Allah, tempat shalat para wali-wali Allah, tempat turunnya malaikat Allah”.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita beramal didunia ini? Apakah kita menjadikan dunia ini sebagai tujuan, ataukah kita menjadikannya sebagai perantara?

Siapa yang beramal didunia dengan menjadikannya dunia tersebut sebagai tujuan, maka amalannya disebut sebagai amalan yang tercela. Contohnya seseorang yang ingin menjadi besar dalam segala hal seperti ketenaran, kemasyhuran dll. maka dalam hal ini, ia telah menjadikan dunia sebagai tujuannya. Hal demikian adalah hal yang ditakutkan Amirul Mukminin Ali dari dunia.

Ada juga orang yang menjadikan dunia sebagai perantara. Perantara untuk mendapatkan akhirat. Kemudian 

Bagaimana menjadikan dunia sebagai perantara untuk mendapatkan akhirat? 

Tujuan bukanlah ketika kamu mendapatkan kemasyhuran dan lain semacamnya. Tujuan ialah memperkuat dan menstabilkan diri untuk menjadi hamba Allah SWT dimuka bumi. 

Bagaimana menstabilkan diri untuk menjadi hamba dimuka bumi? 

Dengan perantara keluargamu, anakmu, cucu-cucumu, dan sekitarmu yang mengantarkanmu dan menghidupkan dirimu untuk menjadi hamba Allah SWT dan menguatkan dirimu dalam beragama.  Ketika kamu bisa menjadi hamba Allah dan kamu bisa menguatkan agama dalam dirimu, maka kamu telah mencapai tujuan didunia dan akhirat.  Allah SWT berFirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمۡ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ 

Artinya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi,”. (Q.S An-Nūr:55)

Allah-lah yang akan menjadikan dirimu sebagai orang yang berkuasa dimuka bumi adalah bagi orang yang menjadikan dirinya sebagai hamba Allah. Adalah orang yang menguatkan agamanya. 

وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ

Artinya: “dan sungguh Dia(Allah) akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka”. (Q.S An-Nūr:55)

Beginilah apa yang ada pada diri Ali bin Abi thalib a.s.

Sebagian orang misalnya berkata: aku adalah dokter. Tidak ada urusan bagiku untuk mengurusi urusan agama. Hal ini merupakan tugas dari para ulama. Bukanlah termasuk tugasku berurusan dengan agama dimuka bumi!. Benar hal demikian menunjukkan bahwa ia adalah dokter, namun bukan berarti ia lepas dan tidak 

berurusan dengan agama dimuka bumi. Jika datang orang yang sakit kepada dia, maka dia akan sadar bahwa kesembuhan ada ditangan Allah SWT.  Benar dia adalah dokter yang memiliki tanggung jawab dalam kalimatnya, tanggung jawab atas ucapannya kepada orang yang sedang sakit, dengan mengucapkan, “wahai yang sedang sakit anda harus meminum obat, meninggalkan makanan dan minuman yang berakibat menambah penyakit anda dan lain sebagainya”. Hal ini merupakan perantara persiapan dari kesembuhan orang tersebut. Adapun perantara yang sesungguhnya adalah doa dan dan tawassul kepada ahlulbait Nabi SAW untuk memperoleh kesembuhan bagi orang sakit tersebut. Allah SWT berFirman:

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبۡتَغُوۤا۟ إِلَیۡهِ ٱلۡوَسِیلَةَ وَجَـٰهِدُوا۟ فِی سَبِیلِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”. (Q.S Al-Mā’idah:35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…