Menghadirkan Wujud Allah
بسم الله الرحمن الرحيم
وَلِمَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ
Artinya: Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
( Q.S Ar Rahman:46 )
Ayat ini berbicara siapa yang mendapati dirinya dalam ketakutan kepada Allah SWT, maka ia akan mendapatkan dua surga. Ketakutan kepada Allah tidak akan terlaksana kecuali ia beriman kepada kebenaran dan kenyataan. Allah SWT berfirman :
وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَیۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِیدِ
Artinya: Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, ( Q.S Qaf:16 )
Dan ia beriman pula pada hakikat. Allah SWT Berfirman:
وَهُوَ مَعَكُمۡ أَیۡنَ مَا كُنتُمۡۚ
Artinya: Dan Dia bersama kamu dimanapun kamu berada. (Q.S Al Hadid:4)
Ketika seorang hamba menghadirkan wujud Allah SWT dalam hatinya, kemudian ia merasakan kehadiranNya, maka pada saat itu akan lahir dalam dirinya rasa takut kepada Tuhannya. Maka dengan itu semua, ia tidak akan kembali kepada keburukan, dan ia tidak akan bermaksiat kepada Tuhannya baik dalam kesendiriannya ataupun dalam keadaan ramai. Diibaratkan seperti seorang penjual barang, ia tidak akan menjualnya kecuali ia tahu akan barangnya dan nilainya barang tersebut.
Adapun pembeli barang tersebut, boleh jadi ia memperhatikan nilai barangnya, dan boleh jadi ia tidak peduli atas hal itu. Disaat inilah ujian bagi sipenjual terhadap pembeli yang tidak peduli nilai barang yang akan dibeli olehnya, jika sipenjual mengimani Allah SWT dan ia merasakan kehadiranNya, maka sipenjual tidak akan curang dan mengelabui sipembeli. Mengapa? Karena sipenjual mengetahui bahwa Tuhannya sedang memantaunya walaupun pada saat itu sipembelinya dalam keadaan lalai terhadap apa yang ingin dibeli olehnya.
Ini merupakan bentuk ketakutan terhadap Allah SWT. Ketika ia beriman kepadaNya, dan merasakan kehadiranNya, maka ia diwaktu apapun dan dimanapun tempatnya, Allah SWT ada dan selalu memantaunya.











