Mengenal Allah melalui Washilah
Tidak mungkin seseorang akan sampai pada pengenalan yang sempurna terhadap Tuhannya kecuali dengan berwashilah kepada para Nabi dan para imamnya a.s .
Telah diriwayatkan dari Aimmah a.s bahwa pengakuan akan kelemahan dirinya merupakan Tauhid yang sempurna. Karena itu kita temukan dalam munajatnya Imam Ali Zainal Abidin a.s :
ولم تجعل للخلق طريقا إلى معرفتك إلا بالعجز عن معرفتك
Artinya : makhluq tidak akan tau jalan mengenalMu kecuali dengan pengakuan terhadap dirinya yang lemah atas mengenalMu.
Sesungguhnya ketika kita tau bahwa kita adalah makhluq yang lemah, yang tidak memiliki, yang berkekurangan dan lain sebagainya, semua itu menunjukkan bahwa ada Yang Menciptakan kita, ,Memberikan rezeki berupa hal materi dan hal batin kepada kita, Dia adalah Yang Maha sempurna dan tidak berkekurangan. Dialah Allah SWT Sang maha Pencipta dan Maha Sempurna. Dia adalah Yang mengetahui segalanya bahkan terhadap sesuatu yang tidak bisa kita jangkau. Allah SWT berfirman :
یَعۡلَمُ مَا بَیۡنَ أَیۡدِیهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ وَلَا یُحِیطُونَ بِهِۦ عِلۡمࣰا
Artinya: Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya. (QS : Thaha : 110)
Tuntutan setiap manusia adalah mengenal dirinya. Karena dengan mengenal dirinya, ia akan sampai pada mengenal Tuhannya. Sehingga pada akhirnya ia akan menjadi manusia yang sempurna yang selalu bermesraan dengan Yang Maha sempurna. Yang dengannya,Ia akan selalu mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena dengan mengenalNya seluruhnya akan tampak indah dalam penglihatannya.











