Al-Quran

Makna Sabar

13
×

Makna Sabar

Sebarkan artikel ini

Makna Sabar

 

Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, beliau bersabda:

” sabar ada tiga, sabar atas musibah, sabar atas ketaatan, dan sabar atas kemaksiatan”.

Dari hadist ini, Rasulullah SAW menjelaskan tentang perkara-perkara yang wajib bagi setiap muslim untuk bersabar atasnya. Sabar merupakan buah dari kekuatan maknawiyah yang lahir dikehidupan dunia ini. Sabar merupakan cerminan dari iman, sebagaimana kepala dari jasad manusia. Manusia dengan jasadnya tidak mungkin hidup tanpa kepala. Begitu pula tidak akan hidup tanpa kesabaran dalam dirinya. 

Sabar yang pertama adalah sabar atas musibah. Setiap manusia tidak akan kosong dalam hidupnya dari musibah dan ujian. Ia akan jumpai dalam hidupnya kesusahan seperti tifak adanya harta, kedudukan, amal, anak dan lain sebagainya. Dalam perkara ini, ia bergantung kepada keimanannya dan berserah diri kepada Allah SWT. Yang dengannya ia akan melalui kesusahan namun pada akhirnya ia akan mendapatkan kesuksesan dan kenyamanan. Sebagaimana dalam hadist Nabi SAW yang bersabda: ” sesungguhnya pertolongan bersama kesabaran”. Begitu pula dalam Firman Allah SWT yang berbunyi:

 

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (Al-Baqarah:156)

 

Ayat ini merupakan makna dari pada hadist Nabi SAW diatas.

Yang kedua adalah sabar atas ketaatan. Setiap muslim akan selalu berada dalam tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh perintah Allah SWT yang wajib.  Dan sabar atas perintahnya ialah dengan tanpa kekurangan dalam melaksanakannya baik dalam keadaan apapun. Tanpa kesabaran, maka ia telah jatuh pada kekurangan dalam ketaatannya. Dengan demikian ia akan mendapatkan dosa dan balasan karena tidak maksimal dalam ketaatannya dan tanggung jawabnya. 

Sabar dalam hal ini juga menambah ikatan antara seorang hamba dan Tuhannya, dan menambah keimanan kepadaNya.

Yang ketiga sabar atas kemaksiatan. Hal ini tidak kalah pentingnya dari dua yang disebutkan diatas. Bahwa manusia dalam dirinya terdapat syahwat yang mendorongnya kepada perbuatan-perbuatan maksiat dan yang diharamkan Allah SWT. Seperti mencuri, berbohong, membunuh, berzina dan lain sebagainya. Dan sabar atas semua itu, merupakan renungan dari manusia yang merenungkan segala bentuk balasan Allah SWT untuknya baik didunia ataupun diakhirat kelak nanti.

Sabar atas kemaksiatan ini menambah kesucian jiwa orang yang beriman, dan kejelasan dalam memilih jalannya. Maka denga itu, orang yang bersabar dalam hal ini, tidak akan sunyi dari kemanfaatan dalam mendapatkan perkara maknawi dari Allah SWT berupa kekuatan dalam menghadapi segala tipuan dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…