Kedudukan Ahlulbait a.s
Saya akan kutip ucapan Imam Ali a.s yang menjelaskan tentang kedudukan Ahlulbait a.s :
نَحْنُ الشِّعَارُ وَالاَْصْحَابُ، وَالْخَزَنَةُ وَالاَْبْوَابُ، [وَلاَ] تُؤْتَى الْبُيُوتُ إِلاَّ مِنْ أَبْوَابِهَا، فَمَنْ أَتَاهَا مِنْ غَيْرِ أَبْوَابِهَا سُمِّيَ سَارِقاً.
منها:فِيهِمْ كَرَائِمُ الْقُرْآنِ، وَهُمْ كُنُوزُ الرَّحْمنِ، إِنْ نَطَقُوا صَدَقُوا، وَإِنْ صَمَتُوا لَمْ يُسْبَقُوا. فَلْيَصْدُقْ رَائِدٌ أَهْلَهُ، وَلْيُحْضِرْ عَقْلَهُ، وَلْيَكُنْ مِنْ أَبْنَاءِ الاْخِرَةِ، فَإِنَّهُ مِنْهَا قَدِمَ، وَإِلَيْهَا يَنْقَلِبُ.
Artinya: “Kami adalah kerabat terdekat Nabi SAW,. Kami adalah para sahabat, Kamilah tempat penyimpanan dan pintu-pintu. Dan rumah-rumah tidak akan didatangi melainkan melalui pintunya. Barang siapa mendatanginya dari selain pintunya disebut pencuri. Hanya pada mereka (ahlulbait a.s) ayat-ayat mulia Al-Quran. Dan mereka adalah tambang-tambang Dzat Yang Maha Rahman. Jika mereka berbicara, mereka jujur/benar tutur katanya. Jika mereka diam, tidak didahului. Hendaknya seorang pemimpin jujur terhadap bawahannya dan hendaknya ia selalu menghadirkan akalnya serta menjadi anak akhirat, karena sesungguhnya darinya lah ia datang dan kepadanya lah ia akan kembali.”
Dari hadist yang disampaikan Imam Ali diatas, jelas sekali tentang kejernihan mereka Ahlulbait a.s dalam membawa ajaran Rasulullah SAW. Mereka merupakan pintu menuju kebenaran. Mereka merupakan pintu untuk sampai kepada makna yang terkandung dalam Al-Quran. Mereka merupakan pintu untuk sampai pada pengenalan yang sebenarnya kepada Rosulullah SAW. Siapa saja yang ingin masuk kedalam rumah, maka selayaknya ia masuk melalui pintu rumah tersebut. Karena jika tidak, maka ia disebut sebagai pencuri. Hadist yang sangat populer dan tidak asing ditelinga kaum muslimin tentang Ali bin Abi Thalib a.s sebagai pintu kota ilmu yang merupakan Ar-Rasul SAW. saya akan kutip hadistnya sebagai yang disampaikan dari lisan suci Rasulullah saw bersabda:
أَنَا مَدِيْنَةُ اْلعِلْمِ وَعَلِيٌّ بَابُهَا فَمَنْ أَرَادَ اْلمَدِيْنَةَ فَلْيَأْتِ اْلبَابَ
Artinya: “Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang ingin memasuki kota ilmu maka datanglah pada pintunya.”
Dari hadist diatas, jelas sekali, bahwa Imam Ali a.s merupakan pintu yang harus dilewati oleh siapa saja yang ingin masuk kedalam kotanya Ar-Rasul SAW. Hal ini menjelaskan bahwa mereka Ahlulbait a.s bukanlah termasuk dari manusia biasa, mereka adalah manusia yang luar biasa, Manusia agung, insan ilahi. Mereka selalu terkoneksi dengan Tuhannya. Seluruh hidupnya dihabiskan hanya untuk menggapai Ridha Ilahi.













