Al-Quran

Ikatan Antara Penyucian Jiwa Dan Pendidikan (tarbiyah)

12
×

Ikatan Antara Penyucian Jiwa Dan Pendidikan (tarbiyah)

Sebarkan artikel ini

Ikatan Antara Penyucian Jiwa Dan Pendidikan (tarbiyah)

بسم الله الرحمن الرحيم

قال تعالى: ﴿ كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ ﴾ [البقرة: 151].

قال تعالى: ﴿ لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ﴾ [آل عمران: 164].

)قال تعالى: ﴿ هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ﴾ [الجمعة: 2].

قال تعالى: رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

 

Dalam 4 Firman Allah SWT yang terakhir menekankan pengajaran lebih dikedepankan atas penyucian diri. Sedang 3 ayat sebelumnya menekankan penyucian diri atas pendidikan (tarbiyah).

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S Al-Baqarah:129).

Pertanyaannya, mengapa didalam ayat yang lain, Allah SWT mengedepankan penyucian diri atas pengajaran?

1. Penyucian diri di dalam ilmu akhlak adalah mensucikan nafs dari segala bentuk kekurangan dan kotoran, serta menghiasinya dengan akhlak yang terpuji dan sempurna.

2. Pentingnya penyucian diri. Agama kita dan ayat-ayat Al-Quran telah memberikan perhatian yang khusus kepada kita untuk mensucikan diri kita masing-masing dari segala bentuk kotoran, kekufuran, kemaksiatan dan segala bentuk akhlaq yang tercela. Paling tidak dari perhatian ini, kita bisa sedikit meraba akan pentingnya penyucian diri. Sebagai berikut:

– Penyucian diri merupakan tujuan yang pokok bagi para Nabi a.s, khususnya Nabi kita Nabi Muhammad SAW. Allah SWT Berfirman:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (Q.S Al-Jumu`ah:2).

– Al-Quran mengisyaratkan kepada kita bahwa penyucian diri merupakan dasar pokok dalam meraih kejayaan dan kesuksesan. Dan tujuan ini adalah tujuan yang paling tinggi yang akan dirasakan kenikmatannya kelak diakhirat nanti. Allah SWT Berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى

“sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan diri”.

3. Penyucian diri dikedepankan atas pengajaran sebagaimana yang ada pada 3 ayat diatas. Pengajaran dikedepankan atas penyucian diri sebagaimana yang ada pada surat Al-Baqarah ayat 129, karena pengajaran merupakan muqaddimah untuk mengetahui bagaimana kita mensucikan diri.

4. Didalam ayat yang mengedepankan pengajaran atas penyucian diri terdapat inayah untuk manusia. Seandainya manusia merenungkan ayat itu, maka ia akan dapati rahasia yang menjelaskan perbedaan antara 2 ayat yang salah satunya mengedepankan pengajaran atas penyucian diri atau sebaliknya. Manusia akan dapati di ayat yang mengedepankan penyucian diri atas pengajaran, bahwa hal itu merupakan perkataan Allah SWT secara langsung kepada manusia. Adapun ayat selainnya yang mengedepankan pengajaran atas penyucian diri, merupakan perkataan dari pada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail a.s. kedua Nabi tersebut, telah ada pada diri mereka pandangan yang menunjukkan tentang tugas seorang Nabi dan Rasul serta dakwahnya. Sesungguhnya pengajaran itu ada pada kedudukan pertama, sedangkan penyucian diri adalah buah dan lahir dari pada pengajaran.

Atau dalam pengertian lain, sesungguhnya pentingnya pendakwah dan kesibukan baginya merupakan hal yang diharuskan baginya untuk selalu belajar dan memberikan tabayyun kepada setiap manusia. Mereka tidak akan mendapatkan penyucian diri tanpa pembelajaran. Karena pelajaran merupakan pengantar baginya untuk tahu dan sampai kepada perbuatan pensucian diri. Begitu pula penyucian diri itu bukanlah didapat dari kemampuannya, melainkan penyucian diri itu ada pada Kekuasaan dan Tangan Allah SWT semata. Penyucian diri akan didapati oleh siapa yang dikehendaki Allah SWT dan tidak pula akan didapat oleh siapa yang tidak dikehendaki-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…