Harapan Dan Doa, Dua Bagian Tak Terpisah
Alasan ketiga kita tak bisa lepas dari doa adalah : Manusia tak bisa lepas dari harapan, dan Harapan merupakan bagian dari doa.
Kesulitan akan dialami oleh setiap manusia, yang dengannya manusia akan merasakan bahwa dirinya butuh pada yang memberi kekuatan dan siap membantu dirinya. Terkadang juga kesulitan itu mengganggu kehidupan, kesehatan dan segala yang mencakup pada diri. Dengan kesulitan itu pula kita akan merasakan kelemahan dan terus melemah hingga kita butuh kepada tempat sandaran atas diri dan yang berdiri dihadapan kita membawa kekuatan dan mengangkat segala kelemahan yang ada pada diri kita. Dalam hal ini kita butuh kepada kesabaran, keteguhan dan jalan menuju doa. Allah SWT Berfirman :
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ ”. (Q.S Al-Baqarah:45).
Ketika kita ditimpa musibah, maka selayaknya bagi kita untuk memohon pertolongan dalam doa sebagaimana dalam hadist qudsi :
عبدي تعرف إلي في الرخاء أعرفك في الشدة، يأيها الناس أنتم الفقراء إلى الله والله هو الغنى الحميد
“Hamba-Ku ketika kamu mengenal-Ku dalam kesejahteraan, Aku mengenalmu dalam kesusahan. Wahai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah SWT, dan Allah SWT Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji”.
Ketika kamu berdoa kepada Allah SWT meskipun saat keadaanmu yang sejahtera, Allah SWT mengabulkan doamu meskipun kamu dalam keadaan susah. Dikatakan dalam riwayat ketika ada seorang hamba ditimpa oleh kesusahan kemudian ia mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, maka para malaikat akan berkata, “sesungguhnya suara (hamba) ini sesuatu yang berbeda dengan selainnya yang biasa kami lihat”











