Sejarah

Haji Wada’

21
×

Haji Wada’

Sebarkan artikel ini

Haji Wada’

Haji Perpisahan (wada’) merupakan haji terakhir bagi Nabi Muhammad SAW, yang dilaksanakan pada tahun 10 Hijriah (632 Masehi).
Kaum muslim mematuhi setiap gerakan, tindakan, dan gerak-gerik Nabi Muhammad SAW. Pada ketika itu, seluruh perbuatan yang dilakukan oleh Nabi SAW menjadi contoh dan suri tauladan bagi muslimin di seluruh belahan dunia.
Di dalam catatan sejarah disebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri tidak pernah melakukan haji dari Madinah, kecuali yang beliau lakukan pada tahun ke-10 Hijriah. Haji ini kemudian dikenal dengan nama haji balâgh (haji penyampaian dakwah Allah SWT), haji Islam (haji penyerahan diri), dan haji wada’ (haji perpisahan). Pasalnya, haji ini adalah haji terakhir Rasulullah SAW bersama kaum muslimin. Sesudah itu, beliau tidak pernah berhaji lagi. Disebut sebagai haji balâgh karena pada saat itu Rasulullah SAW menyampaikan ajaran Allah SWT berupa kewajiban berwilayah.

۞ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ وَٱللَّهُ یَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَـٰفِرِینَ

“Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah SWT memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir”.
[Surat Al-Ma’idah 67].

Ketika Rasulullah SAW mengumumkan keinginan kuat beliau untuk melaksanakan haji, tepatnya pada tahun ke-10 Hijriah, banyak sekali orang yang datang ke Madinah. Mereka semua ingin menyempurnakan keislaman mereka dengan melaksanakan rukun Islam yang kelima dan melakukan apapun yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

خذوا عني مناسككم
“contohlah dariku manasik haji kalian”
Puluhan ribu muslimin mengikuti seluruh manasik haji Nabi Muhammad SAW. Kemudian sampai di Arafah, beliau menyampaikan Perpisahan nya kepada umat yang membuat tangis haru seluruh kaum Muslimin. Beliau berkata, “Sesungguhnya setan sudah kehilangan harapan untuk dapat disembah di bumi kalian ini. Akan tetapi, ia punya kesempatan untuk dipertuan manusia dalam berbagai hal selain itu, dan semuanya bersumber dari perbuatan kalian. Oleh karena itu, berhati-hatilah, saudara-saudara”.
Sesungguhnya Aku telah meninggalkan sesuatu. Seandainya kalian berpegang teguh padanya, niscaya kalian tidak akan tersesat selamanya. Sesuatu itu adalah Kitab Allah SWT dan itrah keluargaku.
“اني تارك فيكم الثقلين، ان تمسكتم بهما لن تضلوا بعدي ابدا، كتاب الله و عترة أهل بيتي”
Dalam khotbah tersebut, beliau juga menyampaikan pesan pesan sebagai berikut:
”Hai sekalian manusia dengarkan perkataanku ini. Sebab saya tidak tahu, barang kali kita tidak berjumpa lagi pada tahun depan seperti ini”. Sesama miskin diharamkan saling menumpahkan darah, mengambil harta, dan melaksanakan segala macam riba. Tuhan hanya satu. Asal kejadian manusia juga satu yaitu Adam. Tidak ada kelebihan antara bangsa Arab dengan yang lainnya, yang membedakan hanyalah takwa di hadapan Allah SWT.

Hikmah Haji Wada’:
1. Rasulullah SAW ingin mengajarkan kepada umatnya tentang tata cara melaksanakan haji yang diajarkan oleh Islam setelah diharamkannya beberapa unsur jahiliyah, seperti berdesak-desakan, bersiul-siul, dan bertelanjang saat melakukan tawaf, setelah dibersihkannya semua berhala yang ada di Ka’bah.
2. Ada beberapa hal yang dilakukan Rasulullah SAW dalam haji wada’ ini:
A. Rasulullah SAW ingin bertemu dengan seluruh muslimin yang datang kepada beliau dari berbagai penjuru.
B. Menyampaikan kepada mereka berbagai ajaran dan prinsip Islam dengan kalimat yang singkat dan padat.
C. Menganjurkan kepada kaum muslimin untuk menyampaikan semua hal yang telah beliau sampaikan kepada siapa saja yang belum mendengarnya, di mana pun mereka berada hingga datangnya hari kiamat kelak.
D. Tujuan Rasulullah SAW melaksanakan ibadah haji adalah untuk memberikan contoh praktis kepada seluruh umat manusia tentang tata cara menjalankan rukun Islam yang kelima. Karena itu khotbah beliau banyak menerangkan tentang hukum-hukum haji, beberapa prinsip dan ajaran dasar Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sejarah

Ghadir Khum Nabi Muhammad SAW memberitahukan kepada para…

Sejarah

Sebelum perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah SAW bermimpi bahwa muslimin…

Sejarah

Sejarah Nabi SAW, Perang Uhud Setelah kaum muslimin…

Sejarah

Peperangan Badar   Diceritakan kaum Muslimin ketika itu…