Al-Quran

Empat Kebenaran Di Dalam Al-Quran

26
×

Empat Kebenaran Di Dalam Al-Quran

Sebarkan artikel ini

Empat Kebenaran Di Dalam Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم

Ketahuilah bahwa kebenaran ada 4 :

1. Benar dalam perkataannya.

وَٱلَّذِی جَاۤءَ بِٱلصِّدۡقِ وَصَدَّقَ بِهِۦۤ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ

Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S Az-Zumar:33).

Seperti kebenaran yang disampaikan Allah SWT pada ayat diatas kepada hamba pilihanNya Nabi Muhammad SAW, “Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad SAW)”.

2. Benar dalam janjinya. Seperti kisah ismail dalam Al-Quran yang berbunyi:

وَٱذۡكُرۡ فِی ٱلۡكِتَـٰبِ إِسۡمَـٰعِیلَۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلۡوَعۡدِ وَكَانَ رَسُولا نَّبِیࣰّا

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang Rasul dan Nabi”. (Q.S Maryam:54).

3. Benar dalam tekadnya. Seperti apa yang dikatakan Allah SWT mengenai sahabat-sahabat Rasulullah SAW dalam firman-Nya:

مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ رِجَالصَدَقُوا۟ مَا عَـٰهَدُوا۟ ٱللَّهَ عَلَیۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن یَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُوا۟ تَبۡدِیلا

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (Q.SAl-‘Aĥzāb:23).

4. Benar dalam amalnya, seperti yang dikatakan Allah SWT mengenai orang mukmin dalam firman-Nya:

أولئكَ الذينَ صَدَقوا

Artinya: “mereka itulah orang-orang yang benar(imannya)”. (Q.S Al-Baqarah:177).

Jika 4 hal ini semua ada pada seseorang, maka orang tersebut disebut sebagai SIDDIQ. Sebagaimana gelar ini dimiliki Nabi Ibrahim a.s dalam firman Allah SWT :

وَٱذۡكُرۡ فِی ٱلۡكِتَـٰبِ إِبۡرَ ٰ⁠هِیمَۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّیقا نَّبِیًّا

Artinya: “Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi”. (Q.S : Maryam:41).

Penjelasan 4 aspek kebenaran

1. Benar dalam perkataan.

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya “apa itu kesempurnaan agama? Lalu Nabi menjawabnya: kesempurnaan agama ada pada perkataan yang haq dan perbuatan yang benar”.

Kebenaran dalam perkataan yaitu tatkala seorang hamba bermunajat kepada Tuhannya, maka ia akan benarbenar bermunajat dan memohon kepadaNya dengan sunguhsungguh, maka firman Allah SWT yang kita ucapkan di setiap shalat kita (إياك نعبد) akan terdapat nilai yang besar serta stempel untuk diri kita sebagai hambaNya yang benarbenar menghamba. Sedangkan seseorang yang masih berjalan diatas dunia dan syahwatnya, maka sesungguhnya ia telah berdusta dengan perkataannya. Manusia disebut sebagai hamba dilihat dari perjalanannya. Maka dari sini Rasulullah SAW bersabda:

قال المصطفى عليه الصلاة والسّلام: تَعِسَ عبدُ الدرهم، تَعِسَ عبدُ الدينار

“Binasalah hamba dirham, binasalah hamba dinar”.

Dengan itu, terdapat banyak hamba, ada hamba yang berjalan diatas ketaatan ada pula hamba yang berjalan di atas kemaksiatan. Dalam konteks hadis diatas menjelaskan seorang hamba yang berjalan di atas keping perak dan emas.

Setiap hamba memiliki kemerdekaan dan kebebasan dalam pilihannya. Ada yang memilih kebebasan dengan ia berjalan diatas tipuan dunia dan syahwatnya. Ada pula hamba yang memilih dirinya untuk menjadi hamba yang benar pada Tuhannya.

2 dan 3. Kebenaran dalam janji dan tekad.

Adapun benar dalam kesetiaannya dan tekadnya, ketika ia menjadi tulang sulbi untuk agamanya, bersemangat dalam menjalankan perintah Tuhannya, tepat dalam setiap waktunya. Sebagaimana para sahabat Nabi SAW yang mengedepankan jiwa raganya untuk berhadapan dengan musuh Allah SWT walaupun jiwanya direnggut oleh musuhnya. Sampai-sampai mereka mendapatkan sanjungan dari Allah SWT Yang Maha Mulia dalam Firman-Nya:

مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ رِجَالصَدَقُوا۟ مَا عَـٰهَدُوا۟ ٱللَّهَ عَلَیۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن یَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُوا۟ تَبۡدِیلا

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (Q.SAl-‘Aĥzāb:23).

4. Kebenaran iman dan amal.

Begitu pula kebenaran yang dibawa oleh orang-orang yang benar yang ada diatas jalan agamanya. Maka setiap dari mereka berada dalam kedudukan dari setiap kedudukan yang ada pada agama. Mereka meminta dalam diri mereka masing-masing kedudukan yang mulia. Tentunya dalam dirinya disertakan dengan taubat, sabar, zuhud, rasa takut, harapan dan selainnya. Mereka pula tidak mencukupkan dirinya untuk menghias sisin luarnya (dzahir). Bukankah Allah SWT dalam mensifati orang-orang yang beriman dalam firman-Nya:

إنّما المؤمنونَ الذينَ آمَنوا باللهِ ورسولهِ، ثُمّ لم يَرتابوا، وجاهَدوا بأموالهِم وأنفُسِهِم في سبيلِ اللهِ، أولئكَ همُ الصّادقون

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”. (Q.S Al-Ĥujurāt:15).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…