Al-Quran

Doa adalah Cermin Kebenaran

10
×

Doa adalah Cermin Kebenaran

Sebarkan artikel ini

Doa adalah Cermin Kebenaran

 

Kebenaran dalam perkataan yaitu tatkala seorang hamba bermunajat kepada Tuhannya, maka ia akan benar-benar bermunajat dan memohon kepadaNya dengan sunguh-sungguh, maka firman Allah SWT yang kita ucapkan disetiap shalat kita (إياك نعبد)  akan terdapat nilai yang besar serta stempel untuk diri kita sebagai hambaNya yang benar-benar menghamba. Sedangkan seseorang yang masih berjalan diatas dunia dan syahwatnya, maka sesungguhnya ia telah berdusta dengan perkataannya. Manusia disebut sebagai hamba dilihat dari perjalanannya. Maka dari sini Rasulullah SAW bersabda:

 

قال المصطفى عليه الصلاة والسّلام: تَعِسَ عبدُ الدرهم، تَعِسَ عبدُ الدينار

“Binasalah hamba dirham, binasalah hamba dinar”.

Dengan itu, terdapat banyak hamba, ada hamba yang berjalan diatas ketaatan ada pula hamba yang berjalan diatas kemaksiatan. Dalam konteks hadist diatas mejelaskan seirang hamba yang berjalan diatas keping perak dan emas. 

Setiap hamba memiliki kemerdekaan dan kebebasan dalam pilihannya. Ada yang memilih kebebasan dengan ia berjalan diatas tipuan dunia dan syahwatnya. Ada pula hamba yang memilih dirinya untuk menjadi hamba yang benar pada Tuhannya. 

Adapun benar dalam kesetiaannya dan tekadnya, ketika ia menjadi tulang sulbi untuk agamanya, bersemangat dalam menjalankan perintah Tuhannya, tepat dalam setiap waktunya. Sebagaimana para sahabat Nabi SAW yang mengedepankan jiwa raganya untuk berhadapan dengan musuh Allah SWT walaupun jiwanya direnggut oleh musuhnya. Sampai-sampai mereka mendapatkan sanjungan dari Allah SWT Yang Maha Mulia dalam FirmanNya:

 

مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ رِجَالࣱ صَدَقُوا۟ مَا عَـٰهَدُوا۟ ٱللَّهَ عَلَیۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن یَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُوا۟ تَبۡدِیلࣰا

Artinya: Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya). (Q.SAl-‘Aĥzāb:23)

 

Begitu pula kebenaran yang dibawa oleh orang-orang yang benar yang ada diatas jalan agamanya. Maka setiap dari mereka berada dalam kedudukan dari setiap kedudukan yang ada pada agama. Mereka meminta dalam diri mereka masing-masing kedudukan yang mulia. Tentunya dalam dirinya disertakan dengan taubat, sabar, zuhud, rasa takut, harapan dan selainnya. Mereka pula tidak mencukupkan dirinha untuk menghias sisi dhahirnya. Bukankah Allah SWT dalam mensifati orang-orang yang beriman dalam firmanNya:

 

إنّما المؤمنونَ الذينَ آمَنوا باللهِ ورسولهِ، ثُمّ لم يَرتابوا، وجاهَدوا بأموالهِم وأنفُسِهِم في سبيلِ اللهِ، أولئكَ همُ الصّادقون

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.(Q.S Al-Ĥujurāt:15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…