Al-Quran

Dibalik Makna Hamba Dalam Alquran

17
×

Dibalik Makna Hamba Dalam Alquran

Sebarkan artikel ini

Dibalik Makna Hamba Dalam Alquran

بسم الله الرحمن الرحيم

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S Al-Baqarah:186).

Mari kita sejanak berhenti pada setiap lafad dari pada ayat diatas.
Pertama وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي, apa rahasia dari pada penambahan dhamir dalam kata عبادي? Mengapa juga dalam ayat ini memakai kata عبادي (hambaku) dan bukan memakai kata الناس (manusia)?
Kata عباد dalam Al-Quran terdapat beberapa bentuk dilihat dari susuna kata. Terkadang disandingkan dengan dhamir mutakallim ي yaitu عبدي. Terkadang pula disandingkan dengan lafad Ar-Rahman, ada pula yang disandingkan dengan nama Allah SWT yaitu عبد الله. Dan ada pula yang disandingkan dhamir ghaib.
berikut penjelasannya

1. setiap tambahan yang ditambahkan pada kata عبد memiliki makna tertentu. Ketika nama Allah SWT (اسم الجلالة) ditambahkan pada kata عبد maka akan menjadi kata الله عبد yang menunjukkan bahwa hamba tersebut sampai pada derajat kesempurnaan. Selayaknya seseorang yang memperoleh sifat dari kata الله عبد mendapatkan kesempurnaan yang bersumber dari Allah SWT. Sebagaimana sifat ini (عبد الله) diperoleh Nabi Isa a.s dalam firman Allah SWT :

قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيّاً ﴿29﴾ قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً ﴿30﴾ وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” , Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; . (Q.S Maryam:29-31)

Sifat yang ada pada Nabi Isa a.s yaitu إني عبد الله آتاني الكتاب وجعلني نبيا adalah termasuk dari tingkatan seseorang yang sampai pada kesempurnaan.

2. Adapun kata عبد yang disandingkan dengan kata Arrahman menjadi عبد الرحمن, maka ia termasuk orang yang memiliki sifat belas kasihan, rendah diri dan simpati. Allah SWT Berfirman :

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Artinya: “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”. (Q.S Al-Furqān:63).

وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
Artinya: “Dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya”. (Q.S Al-Furqān:72).

Mereka yang memiliki sifat عبد الرحمن , akan tampak pada dirinya rasa kasih sayang, belas kasih dan rendah hati. Dan disini mereka tidak disebut الله عبد

3. Kata عبد yang disandingkan dengan dhamir ghaib (yang tidak tampak). Seperti dalam Firman Allah SWT :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَه
Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya. (Q.S Al-isra’ :1).

Dalam kata عبده ayat diatas memakai dhamir ghaib yang menunjukkan bahwa penyandang sifat عبد memiliki makna yang khusus. Allah SWT berkata dalam ayat ini bahwa hamba tersebut ialah Nabi Muhammad SAW. Allah SWT memberikan kekhususan kepada Nabi Muhammad SAW yang tidak ada pada selainnya. Beliau SAW adalah manusia yang dipilih langsung oleh Allah SWT sebagai hamba-Nya.

4. Kata عبد disandingakan dengan dhamir mutakallim. Allah SWT Berfirman :

قُلۡ یَـٰعِبَادِیَ ٱلَّذِینَ أَسۡرَفُوا۟ عَلَىٰۤ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوا۟ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ یَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِیعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِیمُ
Artinya: Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S Az-Zumar: 53)

Kata عبادي يا dalam ayat diletakkannya dhamir mutakallim pada kata عبادي menunjukkan bahwa Dia adalah Yang memiliki rasa belas kasihan dan kelembutan. Seakan-akan kamu memiliki rasa belas kasihan kepada manusia kemudian kamu berkata : “wahai temanku, wahai kemuliannku”. Tambahan dhamir mutakallim ini membuat seseorang merasakan rasa belas kasihan dari-Nya. Karena itu Allab SWT menggunakan dhamir mutakallim diayat awal, karena Dia ingin membuat setiap hamba-Nya merasakan rasa belas kasihan-Nya. Kita perhatikan ayat yang tertera diawal tulisan, Allah SWT berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (Q.S Al-Baqarah:186).

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟…

Al-Quran

Memberi nafkah secara secara diam-diam ataupun secara terang-terangan…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الحيم  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا…

Al-Quran

Pendidikan Diriwayatkan dari Nabi SAW, kala itu Nabi…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ…

Al-Quran

بسم الله الرحمن الرحيم  لَّقَدۡ كُنتَ فِی غَفۡلَةࣲ…