Menanti Hujan Dalam Alquran
بسم الله الرحمن الرحيم
وَهُوَ ٱلَّذِی یُنَزِّلُ ٱلۡغَیۡثَ مِنۢ بَعۡدِ مَا قَنَطُوا۟ وَیَنشُرُ رَحۡمَتَهُۥۚ وَهُوَ ٱلۡوَلِیُّ ٱلۡحَمِیدُ ( الشورى :٢٨ )
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji. “
القنوط = اليأس yang berarti putus asa.
الغيث = المطر yang artinya hujan.
Dikatakan bahwa الغيث (hujan) yang turun pada waktunya itu akan memberikan manfaaat. Adapun المطر (hujan) terkadang memberikan manfaat ketika turun, dan juga terkadang memberikan madharrat baik itu diwaktunya ataupun diselain waktunya. Ini merupakan perbedaan dari kata الغيث dan المطر.
Salah satu faktor tersebarnya rahmat dan nikmat pada manusia dengan tumbuhnya tumbuh-tumbuhan, kemudian mengeluarkan buah-buahan darinya, itu disebabkan oleh turunnya hujan. Tapi terkadang dengan hujan pula, tumbuhan makin menjadi rusak, hal ini juga disebabkan oleh turunnya hujan. Dari kata diatas yang memiliki arti yang sama disatu sisi, disisi lain terdapat makna yang berbeda yaitu الغيث dan المطر. Sebagaimana yang telah diuraikan diatas.
ayat diatas menggunakan kata الغيث yaitu hujan yang sudah pasti memberikan manfaat.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan hujan dalam airtian الغيث pada setiap problematika yang kita hadapi.











