Kecintaan kepada Nabi SAW merupakan sebab memperoleh ampunan dari segala dosa-dosa.
Jika Allah SWT cinta kepada seorang hamba, maka ia akan mengampuni segala dosanya, dan Allah pula akan menyeliputinya dengan rahmatNya. Sesungguhnya kecintaan Allah SWT kepada hamba merupakan bentuk keridhaanNya kepada hamba tersebut. Dengan itu, ia akan memperoleh ampunan dariNya dan memperoleh kejayaan berupa cahaya keimanan dan surga yang dijanjikan olehNya.
Adapun kecintaan kepada Nabi SAW adalah sebab seorang hamba memporeh ampunan dari segala dosa-dosa.Dikatakan dalam riwayat, dari Imam Muhammad Al-Baqir, dari Amiril Mukminin a.s dalam khutbahnya kepadanya, beliau berkata: Allah SWT berfirman “
مَّن یُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدۡ أَطَاعَ ٱللَّهَۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَاۤ أَرۡسَلۡنَـٰكَ عَلَیۡهِمۡ حَفِیظࣰا”
Artinya: “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (Q.S An-Nisā’:80)
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa ada korelasi antara ketaatan kepada Rasul SAW dan ketaatan kepada Allah SWT. Begitu pula bagi orang yang berpaling dari Rasul, maka ia pula berpaling kepada Allah SWT. Allah SWT memberikan manefestasi akan DiriNya kepada Rasul SAW. Karena itu Allah memberikan penegasan diayat lainnya :
قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِی یُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَیَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورࣱ رَّحِیمࣱ
Artinya: Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S ‘Āli `Imrān:31)
Dalam ayat ini, Allah memberikan penegasan bahwa siapa saja yang mengikuti Rasul SAW, maka ia akan mendapatkan kecintaan dan ampunan dari Allah SWT. Begitu pula sebaliknya, siapa saja yang berpaling dari Rasul, maka ia akan mendapatkan murka Allah SWT. Allah berifirman:
وَمَن یَكۡفُرۡ بِهِۦ مِنَ ٱلۡأَحۡزَابِ فَٱلنَّارُ مَوۡعِدُهُۥۚ
Artinya: “barang siapa diantara mereka dan sekutu-sekutunya kafir kepada Al-Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya.” (Q.S Hud: 17)











