Perumpamaan Orang yang Beriman
ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةࣲ فِیهَا مِصۡبَاحٌۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِی زُجَاجَةٍۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوۡكَبࣱ دُرِّیࣱّ یُوقَدُ مِن شَجَرَةࣲ مُّبَـٰرَكَةࣲ زَیۡتُونَةࣲ لَّا شَرۡقِیَّةࣲ وَلَا غَرۡبِیَّةࣲ یَكَادُ زَیۡتُهَا یُضِیۤءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارࣱۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورࣲۚ یَهۡدِی ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن یَشَاۤءُۚ وَیَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَـٰلَ لِلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَیۡءٍ عَلِیمࣱ
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S An-Nur:35)”
Dalam ayat ini (dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia), Imam Muhammad Al-Baqir a.s berkata: perumpamaan yang diperbuat Allah SWT adalah untuk orang yang beriman. Dan beliau a.s berkata, orang beriman dikelilingi 5 cahaya yaitu, tempat masuknya, tempat keluarnya, ilmunya, ucapannya, dan jalannya menuju surga dengan cahaya.”
Rasulullah SAW bersabda: “perumpamaan orang yang beriman seperti wewangian, jika ia duduk denganmu maka ia akan memberikan manfaat kepadamu(menebar wewangian atau keindahan), dan jika ia berjalan, ia pula akan memberikan manfaat, dan jika ia bersmusyarakah, ia juga akan memberikan manfaat kepadamu.”
Rasulullah SAW bersabda: perumpamaan orang yang beriman seperti tangkai pohon yang terkadang miring(tunduk) dan terkadang pula tegak.”











