Sujud dalam pandangan Al-Quran
Al-Quran mengisyaratkan bahwa sujud terdapat 2 macam:
Pertama dinamakan dengan sujud ikhtiyar. Sujud ini merupakan khusus kepada manusia yang dengannya manusia akan memperoleh balasan dan imbalan dari sujudnya. Allah SWT berfirman:
فَٱسۡجُدُوا۟ لِلَّهِ وَٱعۡبُدُوا۟
Artinya: Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia). (Q.S An-Najm:62)
Kedua sujud ini dinamakan sujud taskhir. Sujud ini berlaku pada setiap makhluk, baik manusia, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan, dan benda mati. Allah SWT Berfirman:
وَلِلَّهِ یَسۡجُدُ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعࣰا وَكَرۡهࣰا وَظِلَـٰلُهُم بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡـَٔاصَالِ
Artinya: Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. (Q.S Ar-Ra’ad:15)
وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ یَسۡجُدَانِ
Artinya:Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
(Q.S Ar-Raĥmān:6)
Sujud dalam hal ini bukanlah seperti manusia sujud pada waktu shalatnya, melainkan Allah SWT menginginkan dari segala sesuatu menjadi taat dan tunduk kepadaNya. Maka dalam konteks ini dinamakan sesuatu yang sedang bersujud kepada Allah SWT karena taat kepadaNya. Seluruh yang ada dialam semesta memiliki kewajiban untuk taat dan tunduk kepada Allah SWT sebagai Penciptanya.











