Pengawasan Diri (Muraqabah)
Muraqabah adalah awas diri atau mengontrol diri. Setiap manusia selayaknya menyandang sifat ini yaitu awas diri, mengawasi apa yang hilang dari dirinya, mengawasi segala pergerakannya. hal ini tidak akan didapat kecuali jika ia merasakan bahwa Allah SWT adalah yang Mengawasi seluruhnya. Allah SWT Berfirman :
كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِیبَ عَلَیۡهِمۡۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ شَهِیدٌ
Artinya: Engkau-lah yang mengawasi mereka,. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Q.S Al Maidah: 117)
Jika manusia merasakan pengawasan Tuhannya, maka ia akan memulai untuk selalu mengawasi dan mengontrol dirinya baik itu perkataannya ataupun perilakunya, semua itu, agar ia tidak jatuh pada lobang kesesatan. Diriwayatkan dari Imam As-Sadiq a.s beliau berkata ” takutlah kepada Allah SWT seakan-akan engkau
melihatNya. kalaupun engkau tidak melihatNya, ketahuilah bahwa Ia selalu melihatmu. dan jika engkau melihat bahwa Allah SWT tidak Melihatmu, Maka engkau sungguh telah ingkar kepadaNya, dan jika engkau melihat bahwa Allah SWT selalu Melihatmu, kemudian engkau menjaga dirimu dari berlaku maksiat, maka engkau telah menjadikanNya sebagai Yang selalu Melihat dan Memantaumu.”
Rasakanlah bahwa Dia selalu mengawasimu, selalu Hadir dimanapun kamu berada, Dialah yang menjadikan manusia sebagai manusia yang selalu mengawasi dirinya dalam berbuat sesuatu. Apa sajakah amal-amalmu yang kamu perbuat diwaktu yang lalu? Apa perbuatan yang baik dan apa perbuatan yang rusak dan buruk? Apa yang kamu lahirkan disetiap harimu? Apa yang telah kamu utamakan? Langkah apa yang kamu ambil?
Awas diri atas segala perbuatan dirimu, dan catatan akan seluruh amalmu itu adalah tingkatan pertama bagimu untuk menjadi manusia yang selalu mengawasi dan mengontrol dirinya dari segala kekurangan yang ada pada dirimu.











