Sabar dan Sholat adalah Penolong
بسم الله الرحمن الرحيم
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. ( Q.S Al Baqarah : 45 )
Diriwayatkan dari Imam Assadiq a.s bahwa jika turun musibah kepada seseorang maka hendaknya untuk berpuasa. Allah SWT berfirman وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ yang artinya jadikanlah sabar sebagai penolongmu. Dikatakan bahwa sabar disini bermakna puasa. Diriwayatkan juga bahwa maksud diatas adalah bersabat atas maksiat. Boleh jadi perbedaan semua itu terletak pada prakteknya, bukan pada mafhumnya. Karena sabar atas segala sesuatu adalah sesuatu yang diharuskan. Ayat diatas menunjukkan bahwa istiqamah manusia dalam menjaga ruhnya butuh kepada pengobatan hati dari kejahatan. Allah SWT berfirman :
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ
Artinya: Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, ( Q.S Yusuf: 53 )
Obat dari hasrat hati yang tertuju pada kejahatan dan kemaksiatan, paling tidak ada 2 jalan :
- Jalan yang pertama dia berdiri dihadapan Allah SWT dalam keadaan Khusu’ , menyesal atas segala dosa dosanya, dan senantisa kembali berjalan menuju ketaatan kepada Allah SWT. Allah SWT Berfirman :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُون* الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, ( Q.S Al Mukminun : 1-2 )
- Jalan yang kedua adalah menjumpai diri kita dengan kemantapan. Maka ketika manusia menjumpai dirinya maka ia akan dapati bahwa kesenangan merupakan hal yang pendek dan sementara. Adapun yang akan abadi dan kekal adalah kebaikan yang ia tebar didunia maupun diakhirat. Meraka adalah yang selalu ada pada jalan yang benar, selalu berjalan diatas syariatnya, serta senantiasa beristiqamah pada jalannya. Hal ini akan digapai ketika manusia menjumpai dirinya bahwa dirinya adalah suatu yang hina dan memiliki kesenangan yang sesaat.dan hal ini bisa kita ibaratkan sebagai orang yang sabar. Allah SWT Berfirman :
وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Artinya: bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Q.S Lukman: 17
Paling agungnya musibah dan cobaan bagi manusia adalah menahan diri dari bisikan syaitan. Dan godaan syaitan pasti mengikat manusia pada kemaksiatan. Musibah bukanlah khusus diletakkan pada kurangnya harta ataupun hal yang lain. Musibah yang teragung ialah ketika ia dapati kekurangan dalam agamanya. Karena itu kita dapati dalam sebagian doa doa yang berbunyi :
ولا تجعل مصيبتنا في ديننا
Artinya: jangan engkau(Allah) jadikan musibah kami dalam agama kami.











