Rasulullah saw bersabda:
إذا أردت أن يثري الله مالك فزكه
“Jika kamu ingin menambah hartamu, zakatilah.”
Salah satu cara membentengi harta ialah dengan zakat, karena zakat tidak akan mengurangi harta sedikitpun, bahkan akan menambah keberkahan hidup.
Adapun penerima zakat itu kita merujuk pada firman Allah swt QS. al-Taubah:60 yaitu:
إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
Diantara kesempurnaan puasa adalah memberikan zakat yakni fitrah, sebagaimana salawat kepada Nabi saw itu salah satu penyempurna salat.













