Rasulullah saw bersabda:
الإيمانُ والعملُ أخَوانِ شَريكانِ في قرْنٍ ، لا يقبلُ اللهُ أحدَهما إلَّا بصاحبِهِ
“Iman dan amal adalah dua bersaudara dan dua rekan didalam satu tanduk, yang Allah tidak akan menerima salah satunya kecuali bersma-sama dengan rekannya itu.”
Kita melihat contoh pada Nabi Ibrahim as yang mendapat perintah untuk menyembelih anak tersayangnya Ismail as. Dengan puncak keimanan disertai ketaatan berupa amal perbuatan, beliau melakukan perintah itu dengan rela karena Allah swt, karena seeutama-utamanya Iman adalah bersabar dan lapang dada.
Sayyidina Imam Ali as menjelaskan pula bahwa iman memiliki empat pilar berupa tawakkal kepada Allah swt, menyerahkan segala urusan kepada Allah swt, tunduk kepada perintah Allah swt, ridha pada ketetapan Allah swt.
Maka iman yang sebenarnya itu pengakuan ikhlas didalam hati yang disertai dengan amal soleh.













