Hidangan Ramadhan

Hidangan Ramadhan Hari Ke-28

9
×

Hidangan Ramadhan Hari Ke-28

Sebarkan artikel ini

Hidangan Hari Ke-28

“Buktikan Saja Dengan Berlalunya Bulan Suci Ramadhan”

“Ketika tiba akhir malam Ramadhan, langit, bumi dan malaikat menangis karena adanya musibah yang menimpa umat Nabi Muhammad. (Sahabat) bertanya, “Musibah apakah wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Berpisah dengan bulan Ramadlan, sebab pada bulan ini doa dikabulkan dan shadaqah diterima.”( alhadis)

 

Ma’asyiral muslimin, rohimakumullah.

Yang patut disayangkan ternyata sebagian besar masyarakat kita menunjukkan sikap biasa-biasa saja bahkan masa bodoh terhadap hadirnya bulan mulia ini. Hal ini dapat terbaca dari begitu banyaknya masyarakat yang dengan terang-terangan menampakkan keengganannya dalam melakukan ibadah puasa. Mereka bebas makan, minum dan merokok di depan banyak orang tanpa merasa sedikit pun merasa risih, malu dan berdosa

Nuansa bulan Ramadhan pun makin kurang maknanya oleh keragaman acara di televisi. Memang, harus diakui dalam bulan Ramadhan sajian televisi-televisi tentang keislaman relatif meningkat dibanding bulan-bulan biasa, tetapi hal itu bukanlah sesuatu yang menggembirakan, sebab sejatinya program televisi itu semata-mata hanya mengejar keuntungan. Hal ini dapat dibuktikan, ketika Ramadhan berlalu, maka berakhir pula tayangan-tayangan keislaman seperti itu. Bahkan para artis yang pada bulan Ramadhan tampil sangat religi dengan menutup auratnya, seusai Ramadhan mereka hampir pasti akan kembali ke habitat aslinya, tampil buka-bukaan lagi.

Pemandangan seperti ini tentu sangat menyesatkan dan membahayakan terhadap jiwa dan aqidah para generasi muda Islam. Mereka bisa saja salah memahami bahwa ternyata ketaqwaan itu hanya ada di bulan Ramadhan saja, orang wajib menutup aurat hanya ketika ada acara-acara keislaman, di luar itu mereka bebas melakukan apa saja.

Sebagai bagian dari umat Islam kita tentu harus berupaya untuk mencegah agar keadaan seperti gambaran tadi yang sekarang lagi menjangkiti masyarakat secara luas ini tidak semakin merajalela.

Dan Saya mengajak kepada anda yang membaca atau pun mendengarnya, marilah sisa Ramadlan yang tinggal sesaat ini betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

 

-Khodimul Imam-

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *