Hidangan Ramadhan Hari Ke – 2
“Bulan Ramadhan Adalah Jalan Menuju Allah”
jika Allah melebarkan jalan kebaikan yang membuka seluruh ihsan dalam hidup Manusia,bukan berarti SWT hanya mengkhususkan Tempat dan waktu tertentu namun semua berkepanjangan dan tak terbatas
sebgaimana ia karuniakan dalam jam,hari,dan bulanya begitu pula tempat dan ruang agar di penuhi semua gerak gerik hamba-Nya menuju sang pemberi nikmat tak terbatas hingga berada pada hidup ketuhanan.
Bulan Ramadhan menjadi sebuah jalan permulaan Budak kembali pada Tuannya karena ia telah sediakan kebun untuk seorang budak Tuhan merasakan Ruh dan Maknawi kehidupan dari Rahmat,ampunan,lutf dan perbekalan Budak membawa seluruh khair untuk menghadapnya.
namun bukan berarti kita meninggalkan bulan lainya karena seluruh bulan tersebut Allah ciptakan untuk menjadikan hamba merasa hidup dengan tugas dan aturan yang tidak hanya khusus pada bulan tertentu akan tetapi disetiap detik dari waktu hendaknya hamba tak terlepas dari tangung jawabnya hingga akan tetap sampai dalam keadaan ridho dan diridhoinya.
lalu apa maksud dari kekhusussan Bulan Ramadhan ?
hal tersebut tak lain dari pembukaan luas pintu cahaya rahmat untuk Umat Kekasihnya SAW yang tidak didapatkan dibulan lainya inilah yang Rosul SAW sabdakan dalam khutbah menjelang bulan Ramadhan ;
“sesungguhnya telah datang menghampiri kalian bulan Allah dengan Rahmat,Barokah,dan Ampunan,Bulan itu disisi Allah merupakan sebaik baiknya bulan,harinya sebaik baik hari ,malamnya sebaik baik malam, waktunya sebaik baik hari dan waktu,kalian telah diundang menjadi tamu Allah dan kalian dijadikan sebagai orang – orang dari ahli karomah, nafas nafas kalian tasbih,tidur kalian ibadah, amal kalian diterima,doa kalian terkabul maka mintalah kepada Allah dengan niat yang tulus dan hati yang bersih agar diberikan taufik untuk berpuasa dan membaca kitabnya, sungguh celaka orang yang diharamkan mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini”
coba perhatikan kasih sayang Allah untuk hambanya dimana dengan Rahmat barokah dan Maghfirahnya ia gantikan nafas menjadi tasbih, tidur menjdi ibadah, doa yang pasti terkabulkan,dimana tidak didapatkan bulan seperti ini dibulan bulan selain Bulan Ramadhan.
dengan menjadi tamu khusus yang di jamu Allah hendaklah Manusia berfikir dan merenungi, bagaimana ia akan kembali Pada-Nya?
-Khodimul Imam-













