Hidangan Hari Ke-11
“Dialah yang Berbicara di Nahjul Balaghoh”
tugas kita semua tidaklah sekedar untuk mengetahui konteks munculnya kata-kata dalam Nahjul Balaghoh ,namun sekaligus juga kaadaan si pembicara. Pengenalan ini memberikan kita kesembuhan yang cepat bagi berbagai penyakit sosial masa kini. Karena jika kita perhatikan, pembicaranya bukanlah orang biasa, melainkan manusia yang berhasil menyatukan dua keistimewaan sehingga ucapan-ucapannya naik sampai tingkat yang luar biasa. Dua keistimewaan itu adalah hikmah dan kekuasaan. Beliau adalah seorang hakim menurut yang disinyalir Al-Qur’an dengan firman-Nya, “Dia memberi hikmah kepada siapa pun yang dikehendaki.” Beliau mengenal jagat raya, manusia, dan segala ciptaan lainnya secara baik, teliti, dan sempurna. Dan itulah seorang hakim.
Dalam terminologi orang yang meyakini beliau sebagai imam suci, hal itu didapat melalui ilham Allah SWT dan dalam terminologi mereka yang tidak mengimani kesuciannya, hal itu diperoleh lewat pelajaran Rasulullah saw. Bagaimanapun juga, yang jelas tak seorang pun meragukan bahwa beliau adalah manusia yang memiliki bashirah dan hikmah, sebagaimana para Nabi, dan beliau mengetahui segala hakikat penciptaan serta apa yang terdapat dalam simpanan-simpanan Allah SWT.
Adapun keistimewaan lainnya dari jutaan keindahan pembicara Nahjul Balaghah adalah beliau penguasa dan pemimpin masyarakat Islam pada periode tertentu yang bertanggung jawab mengendalikan pemerintahan Islam pada zamannya. Dua keistimewaan hikmah dan kekuasaan ini terdapat pada sosok Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib as sehingga ucapan-ucapan beliau berada di tingkat yang luar biasa tinggi melebihi kata-kata mutiara biasa lainnya mengingat dimensi baru yang diperoleh.
-Khodimul Imam-













