Ghadir Khum
Nabi Muhammad SAW memberitahukan kepada para sahabat dan utusan yang menemuinya, bahwa haji yang akan ia laksanakan pada tahun itu tampaknya haji terakhir. Karena itu kaum muslimin berlomba-lomba untuk menghadiri haji pada tahun tersebut, yaitu tahun 10 Hijriyah. Ada yang menyatakan terkumpul sekitar 90.000 sampai 140.000 orang, bahkan ada yang menyatakan lebih dari itu.
Ketika beliau menyelesaikan Manasik Haji nya, beliau meminta kepada ummat agar berkumpul di kawasan yang disebut Ghadir Khum pertengahan antara Makkah dan Madinah kurang lebih 200 mil. Beliau meminta dibuatkan mimbar sederhana dari pelepah kurma, agar beliau terlihat oleh seluruh kaum Muslimin. Dan yang masih berada di Makkah diminta untuk bercepat menuju Ghadir Khum, sedangkan yang terlebih dahulu melewati diminta untuk kembali ke Ghadir Khum.
Kejadian itu berlangsung pada tanggal 18 Dzulhijjah. Disampaikan lah wasiat Nabi SAW tentang wilayah dan Turunlah ayat:
ٱلۡیَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِینَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَیۡكُمۡ نِعۡمَتِی وَرَضِیتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِینࣰاࣱ
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu”.
[Surat Al-Ma’idah 3].













