Hidangan Hari Ke-15
“Hawa nafsu adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu, baik itu kebaikan maupun keburukan.”
Ada seorang kafir di masa Imam yang memiliki kelebihan bisa melihat benda-benda yang terhalang oleh materi. Suatu hari orang kafir tersebut berjalan untuk menemui Imam Musa Al Kadzim dan Imam pun sudah siap untuk memberikan sebuah tantangan kepada orang kafir tersebut.
Imam Musa pun berkata; “Hai fulan, apakah engkau adalah yang memiliki karamah dapat melihat barang yang tidak berada dihadapanmu?” Lalu orang kafir tersebut berkata: “Benar, wahai Imam”. Lalu Imam memberikan tantangan kepadanya supaya menebak apa yang dipegang oleh Imam. Saat itu Imam memegang tanah surga yaitu tanah karbala dari makam Imam Husain as.
Kemudian si kafir tersebut menjawab dengan berkata: “Wahai Imam, itu adalah tanah suci yaitu tanah dari surga, tapi saya kaget kenapa engkau bisa memegang tanah dari surga padahal engkau masih berada di dunia ini?”
Kemudian Imam menjelaskan, bahwa tanah yang beliau pegang itu merupakan tanah Karbala, dari makam Imam Husain as. Imam bertanya kenapa orang tersebut bisa melakukan hal itu.
Orang kafir itu menjawab, “Aku bisa melakukan hal ini, karna aku selalu melawan hawa nafsuku dan cenderung untuk melakukan apa yang tidak diperintahkan oleh hawa nafsuku.”
Kemudian Imam mengajak orang tersebut masuk Islam, dan akhirnya si fulan pun menjadi muslim. Namun ketika setelah satu tahun, orang tersebut kehilangan kemampuannya dan mengadukannya kepada Imam.
Imam menjawab: “Memang dulu kau bisa melakukan hal tersebut karna Allah Maha Adil kepada semua makluk-Nya. Meski kau bukan muslim, karena jerih payahmu Allah memberikan kemampuan tersebut kepadamu. Akan tetapi keajaibanmu itu hanya berada didunia ini dan engkau sudah mendapatkannya. Namun ketika sesudah engkau muslim, Allah menggantikannya dan engkau akan mendapati pahalamu di akhirat kelak. Maka bersyukurlah!”
-Khodimul Imam-













